kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Menteri keuangan khawatir kuota BBM subsidi jebol


Jumat, 18 Januari 2013 / 19:16 WIB
ILUSTRASI. Spaghetti Hitam Salmon yang menggoda perut (Dok/Unilever Fodd Solutions)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku khawatir dengan tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi
 yang cenderung meningkat. Dia cemas kuota BBM subsidi 2013 kembali jebol seperti tahun sebelumnya.

Dia mengaku ingin masalah ini dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik. Dalam pertemuan itu, dia akan  membahas rencana pemerintah dalam mengerem laju konsumsi BBM yang cenderung meningkat. "Kami harus ketemu dulu untuk memahami rencananya untuk pengendalian ataupun pembatasan BBM subsidi," ujarnya, Jumat (18/1).

Catatan saja, kuota BBM subsidi tahun 2013 ini sebesar 46 juta kiloliter. Agus memperkirakan, konsumsi BBM subsidi bisa mencapai 48 juta kiloliter tahun ini.

Meski demikian, Agus menegaskan sampai detik ini belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi. "Belum, itu mandatnya dari APBN begitu," katanya.

Padahal kebijakan menaikan harga BBM subsidi mendapatkan dukungan dari kalangan pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin). "Kadin sangat mendukung, bahkan bukan menaikkan, Kadin menyampai subsidi harus dieralokasi, kalau perlu dihapus sama sekali," kata Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistio.

Kadin menginginkan anggaran subsidi yang besar untuk BBM dialokasikan untuk percepatan infrastruktur ketimbang saat ini beban subsidi yang terus memberatkan anggaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×