kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Menteri Ini Bantah Rencana Kenaikan Harga BBM Pertalite


Kamis, 19 Mei 2022 / 06:08 WIB
Menteri Ini Bantah Rencana Kenaikan Harga BBM Pertalite
ILUSTRASI. Menteri Ini Bantah Rencana Kenaikan Harga BBM Pertalite


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Setelah Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dll muncul isu Pertalite juga akan naik harga. Benarkah harga BBM Pertalite akan naik dalam waktu dekat?

Isu kenaikan harga BBM Pertalite sempat disampaikan oleh sejumlah menteri. Hal ini karena harga minyak semakin mahal. Kenaikan harga BBM Pertalite perlu dilakukan dengan alasan mengurangi anggaran subsidi.

Terbaru dalam pemberitaan Kompas.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, hingga saat ini belum ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertalite. Saat ini Pertamina masih memberlakukan harga BBM Pertalite Rp 7.650 per liter.

"Pemerintah hingga hari ini belum ada rencana melakukan (kenaikan), belum ada kenaikan," ujar Erick saat ditemui di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Ia menjelaskan, dengan kondisi pangan dan energi yang bergejolak saat ini, pemerintah tidak mungkin hanya diam. Menurutnya, pemerintah selalu hadir untuk masyarakat dengan berbagai mekanisme, salah satunya subsidi energi.

Pemerintah telah menetapkan Pertalite menjadi jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yang artinya produksi dan penyaluran menjadi diawasi, serta dapat disubsidi melalui pemberian kompensasi ke Pertamina.

Baca Juga: Harga Pertalite dan Listrik Belum Naik, Pemerintah Siapkan Tambahan Subsidi Energi

"Yang mampu tidak boleh disubsidi..."

Kendati demikian, stabilitas tetap harus dijaga di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. Oleh sebab itu, pemerintah telah mengizinkan kenaikan harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter. "Tentu pemerintah mengambil posisi, yang mampu tidak boleh disubsidi. Makanya Pertamax harganya dinaikan," kata dia.

"Itu pun harga Pertamax, harganya di bawah harga pasar, yang lainnya ada yang Rp 16.000 per liter, tapi ini Rp 12.500 per liter. Jadi di situ sudah ada komponen subsidi," lanjut Erick.

Ia mengatakan, di tengah ketidakpastian ekonomi, pemerintah perlu menjaga keuangan negara (APBN) tetap sehat. Erick pun bersyukur kinerja ekspor RI pada April 2022 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni sebesar 27,37 miliar dollar AS.

Menurutnya, capaian kinerja perdagangan Indonesia itu berperan menjaga keuangan negara untuk tetap bisa melakukan subsidi pada sejumlah komoditas. "Jadi ini negara kaya yang sangat pro rakyat, tapi kita harus jaga," kata dia.

Sebelumnya, sinyal kenaikan harga Pertalite diungkapkan oleh Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/4/2022) lalu. Penyesuaian harga dilakukan sebagai langkah jangka menengah-panjang dalam menghadapi harga minyak dunia yang mencapai 100 dollar AS per barrel.

Adapun saat ini kuota Pertalite telah ditambah pemerintah sebesar 5,4 juta kiloliter (KL) menjadi sebanyak 28,50 juta KL, dari semula ditetapkan 28,05 juta KL.

Harga BBM

Sebelumnya, tren kenaikan harga BBM terus dilakukan oleh sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) non Pertamina. Mengutip Kompas.com, salah satu SPBU yang melakukan kenaikan harga BBM yakni British Petroleum (BP). Kenaikan harga BBM di SPBU BP berlaku untuk produk BP 90 dan BP 92.

Harga BBM jenis BP 90, tadinya dibanderol Rp 13.750 per liter sekarang jadi Rp 14.300 per liter. Kemudian untuk harga BBM jenis BP 92 dari Rp 13.990 per liter jadi Rp 14.500 per liter.

Sedangkan untuk varian lainnya seperti harga BBM jenis BP 95 dan BP Diesel tidak ada kenaikan harga. Harga BBM BP 95 dibanderol Rp 15.990 per liter, dan BP Diesel harganya Rp 16.500 per liter.

Selain BP, SPBU lain tidak ada kenaikan harga. Baik Pertamina, Shell, dan Vivo harganya masih sama dengan awal bulan Mei. Misalnya Pertamina, untuk harga BBM Pertalite masih Rp 7.650 per liter, harga BBM Pertamax Rp 12.500 per liter, harga BBM Pertamax Turbo Rp 14.500 per liter, harga BBM Dexlite Rp 12.950 per liter dan harga BBM Pertamina Dex Rp 13.700 per liter.

Begitu juga dengan harga BBM Shell, varian Super dibanderol Rp 16.630 per liter dan V-Power Rp 17.280 per liter. Lalu, harga BBM varian V-Power Nitro+ masih Rp 17.440 per liter dan V-Power Diesel harganya Rp 18.680 per liter.

Terakhir untuk Vivo, harga BBM Revvo 89 dibanderol Rp 12.400 per liter, Revvo 90 di harga Rp 12.900 per liter dan Revvo 95 harganya Rp 15.900 per liter.

Harga BBM Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo per 16 Mei 2022:

Harga BBM Pertamina

  • Harga BBM Pertalite: Rp 7.650 per liter
  • Harga BBM Pertamax: Rp 12.500 per liter
  • Harga BBM Pertamax Turbo: Rp 14.500 per liter
  • Harga BBM Dexlite: Rp 12.950 per liter
  • Harga BBM Pertamina Dex: Rp 13.700 per liter

Harga BBM Shell

  • Harga BBM Shell Super: Rp 16.630 per liter
  • Harga BBM Shell V-Power: Rp 17.280 per liter
  • Harga BBM Shell V-Power Nitro+: Rp 17.440 per liter
  • Harga BBM Shell V-Power Diesel: Rp 18.680 per liter

Harga BBM BP

  • Harga BBM BP 90: Rp 14.300 per liter
  • Harga BBM BP 92: Rp 14.500 per liter
  • Harga BBM BP 95: Rp 15.990 per liter
  • Harga BBM BP Diesel: Rp 16.500 per liter

Harga BBM Vivo

  • Harga BBM Revvo 89: Rp 12.400 per liter
  • Harga BBM Revvo 92: Rp 12.900 per liter
  • Harga BBM Revvo 95 Rp 15.900 per liter

 

(Sumber: Kompas.com. Penulis : Yohana Artha Uly, Muhammad Fathan Radityasani, Editor : Aprillia Ika, Aditya Maulana)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×