kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Daya Beli Lesu, Perputaran Ekonomi Kurban Melemah, Korporasi Tetap Gencar Berkurban


Jumat, 29 Mei 2026 / 14:20 WIB
Diperbarui Jumat, 29 Mei 2026 / 14:23 WIB
Daya Beli Lesu, Perputaran Ekonomi Kurban Melemah, Korporasi Tetap Gencar Berkurban
ILUSTRASI. Penyembelihan 1.000 hewan kurban di Serang (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Meski daya beli masyarakat terus tertekan, perputaran ekonomi kurban pada Iduladha 2026 diperkirakan tetap kencang. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah korporasi tetap aktif menyalurkan hewan kurban sebagai bagian dari kontribusi sosial kepada masyarakat.

Institute for Demographic and Affluence Studies (Ideas) memperkirakan, nilai ekonomi kurban tahun ini mencapai Rp 26,89 triliun. Nilai tersebut berasal dari sekitar 1,9 juta rumah tangga pekurban. Sedangkan estimasi total hewan kurban mencapai 1,59 juta ekor.

Peneliti Ideas, Tira Mutiara mengatakan, total hewan kurban diperkirakan terdiri dari sekitar 493.000 ekor sapi serta 1,09 juta ekor kambing dan domba. Simulasi juga mempertimbangkan preferensi jenis dan bobot hewan kurban.

"Mulai sapi utuh hingga skema patungan satu per tujuh sapi serta kambing dan domba dengan berbagai kategori bobot,” ujar Tira, dalam keterangannya, Rabu (27/5).

Meski nilainya masih besar, Ideas mencatat perputaran ekonomi kurban tahun ini sedikit melemah dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 27,10 triliun. Penurunan akibat berkurangnya jumlah rumah tangga pekurban dan turunnya minat terhadap hewan berbobot besar.

Menurut Tira, masyarakat kini memilih hewan kurban dengan harga lebih terjangkau di tengah kenaikan harga pangan, biaya hidup dan harga ternak. "Masyarakat tetap berupaya mempertahankan ibadah kurban, tapi cenderung memilih hewan dengan harga lebih terjangkau,” katanya.

Baca Juga: Gunakan APBN, Prabowo Kurban 1.098 Sapi, Simak Tips Simpan Daging Di Kulkas

Meski demikian, aktivitas kurban tetap bergairah. Termasuk melalui kontribusi dari kalangan korporasi yang masih aktif menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, misalnya, menyalurkan 1.200 hewan kurban pada Iduladha 1447 H/2026 sebagai bagian dari program sosial perusahaan.

Di sisi lain, momentum Iduladha juga masih mendorong aktivitas sosial perusahaan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, misalnya, menyalurkan 1.200 hewan kurban pada Iduladha 1447 H/2026 sebagai bagian dari program sosial perusahaan.

Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo mengatakan, bantuan hewan kurban berupa sapi dan kambing tersebut disalurkan ke berbagai daerah. Mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, Bali, Sumatera, Sulawesi hingga Nusa Tenggara.

“Penyaluran hewan kurban ini kepedulian sosial BNI sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di berbagai daerah,” ujar Okki. Menurutnya, momentum Iduladha menjadi pengingat dan semangat berbagi kepada sesama. Ke depan, BNI akan terus melanjutkan berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Ideas menilai, ibadah kurban tetap memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar,. Terutama dalam memperluas akses konsumsi protein hewani bagi masyarakat miskin dan rentan. Namun, persoalan distribusi daging kurban antarwilayah dinilai masih menjadi tantangan.

Ideas mencatat surplus distribusi daging kurban masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan Pulau Jawa. Sementara sejumlah daerah lain mengalami defisit distribusi.

“Perlu ada pemetaan daerah surplus dan defisit, pembangunan hub pemotongan terstandar, serta penguatan koordinasi antar lembaga agar distribusi daging kurban lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Tira.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×