Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan paket stimulus ekonomi baru untuk menjaga daya beli masyarakat pada semester II 2026.
Tidak hanya menyasar sektor transportasi dan pariwisata, pemerintah juga resmi memberikan insentif pajak bagi penulis buku melalui skema Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5%.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian fasilitas ekonomi yang tengah disiapkan pemerintah menjelang periode liburan sekolah hingga Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Baca Juga: Dianggap tak Berdasar, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,7% Pemerintah Kelewat Pede
Fokus utamanya adalah mendorong konsumsi rumah tangga, menjaga mobilitas masyarakat, sekaligus memberi dukungan kepada sektor kreatif dan industri buku nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif pajak bagi penulis merupakan tindak lanjut dari janji Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekosistem literasi dan industri penerbitan nasional.
"Sudah diputuskan untuk memberikan insentif pajak untuk penulis diberikan PPh final sebesar 1,5%," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (26/5/2026).
Aturan teknis kebijakan tersebut kini tengah disiapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Insentif itu nantinya berlaku bagi penulis yang menerbitkan buku dengan nomor International Standard Book Number (ISBN) yang terdaftar resmi.
Baca Juga: Kebut Belanja Kejar Ekonomi Tumbuh 6%
Langkah ini dinilai menjadi sinyal baru keberpihakan pemerintah terhadap industri kreatif berbasis literasi yang selama ini belum banyak mendapat stimulus langsung.
Dengan tarif pajak final yang lebih rendah, pemerintah berharap penulis memiliki ruang pendapatan yang lebih besar sekaligus mendorong produktivitas penerbitan buku nasional.
Selain sektor kreatif, pemerintah juga menyiapkan stimulus besar di bidang transportasi untuk menopang konsumsi masyarakat selama periode liburan.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp190 miliar untuk program diskon transportasi selama musim liburan sekolah. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3,07 juta penerima manfaat.
"Untuk liburan sekolah disiapkan anggaran sebesar Rp190 miliar, penerima manfaatnya sebesar 3.074.889 orang," kata Airlangga.
Stimulus tersebut mencakup diskon transportasi darat dan udara guna menjaga aktivitas perjalanan masyarakat tetap tinggi di tengah tekanan daya beli.
Baca Juga: Optimisme Pemerintah vs Data Kuartal I-2026: Realistis atau Sekadar Momentum Musiman?
Tidak berhenti di musim liburan sekolah, pemerintah juga menyiapkan paket serupa untuk periode Nataru. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp161,4 miliar dengan target penerima manfaat sekitar 2,87 juta orang.
Di sektor penerbangan, pemerintah kembali melanjutkan program diskon tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 30%. Selain itu, pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk membantu menekan harga tiket.
Untuk program diskon tiket pesawat selama liburan sekolah, pemerintah menyiapkan anggaran Rp472,7 miliar dengan target sekitar 2,3 juta penumpang.
Sementara pada periode Nataru, fasilitas PPN DTP untuk tiket pesawat disiapkan dengan anggaran mencapai Rp722 miliar dan diperkirakan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 3,7 juta penumpang.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II
Rangkaian stimulus ini menunjukkan strategi pemerintah menjaga konsumsi domestik tetap bergerak pada paruh kedua tahun ini.
Pemerintah tampaknya tidak hanya fokus menjaga sektor riil dan mobilitas masyarakat, tetapi juga mulai memperluas stimulus ke sektor kreatif dan literasi melalui insentif pajak bagi penulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













