kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 18.010   3,00   0,02%
  • IDX 6.142   33,77   0,55%
  • KOMPAS100 810   8,96   1,12%
  • LQ45 618   9,83   1,62%
  • ISSI 211   -0,32   -0,15%
  • IDX30 350   6,27   1,83%
  • IDXHIDIV20 437   8,24   1,92%
  • IDX80 93   1,12   1,22%
  • IDXV30 118   0,75   0,64%
  • IDXQ30 113   2,28   2,06%

Mentan: Pembangunan 12 Peternakan Ayam Senilai Rp 20 Triliun Mulai Akhir Januari 2026


Jumat, 23 Januari 2026 / 10:05 WIB
Mentan: Pembangunan 12 Peternakan Ayam Senilai Rp 20 Triliun Mulai Akhir Januari 2026
ILUSTRASI. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (chelsea KONTAN


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkap bahwa pembangunan peternakan ayam untuk pabrik pakan dan produksi ayam day old chick (DOC) yang dibiayai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan dimulai pada 28 Januari 2026 mendatang.

“(Pembiayaan dari) Danantara. 28 Januari ini (pembangunan peternakan ayam dimulai), insya Allah. Doakan,” ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Langkah ini, kata Amran, merupakan solusi dari peningkatan harga DOC yang dikeluhkan peternak belum lama ini.

Baca Juga: BI Bawa QRIS ke China dan Korea Selatan pada Q1 2026

Pada bulan lalu saja, lanjutnya, harga DOC di tingkat produsen sempat melonjak hingga Rp 14.000 per ekor, padahal harga normal berada di kisaran Rp 9.000. Pemerintah kemudian menetapkan harga acuan Rp 11.000 di produsen dan Rp 12.000 di tingkat akhir agar semua pihak merasa adil.

Kendati begitu, ia melihat implementasi kesepakatan itu tak diikuti dengan perubahan harga. “Kita sepakat, salaman semua, tapi apa yang terjadi? (Harga) tidak berubah juga,” imbuh Amran.

Dus, pembangunan pabrik pakan dan produksi DOC yang dibiayai Danantara ini disebut menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas harga maupun pasokan.

“Doakan dalam waktu singkat, 12 unit di seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Negara harus hadir. (Negara) bisa intervensi pasar, itu tujuannya,” kata Amran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×