kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Mensesneg: Anggaran Penanganan Bencana Capai Rp 60 Triliun pada Tahun Ini


Selasa, 06 Januari 2026 / 20:18 WIB
Mensesneg: Anggaran Penanganan Bencana Capai Rp 60 Triliun pada Tahun Ini
ILUSTRASI. Siap Laksanakan HUT ke-80 RI, Mensesneg Sebut Bakal Ada 16 Ribu Undangan Hadir (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan bahwa alokasi anggaran untuk kebencanaan telah disiapkan sebesar Rp 53 sampai dengan Rp 60 triliun pada tahun ini. 

Menurutnya, anggaran ini akan disiapan dari APBN dan sedang proses finalisasi. 

"Jadi begini, kalau berkenaan dengan masalah bencana kan sedang dihitung final dan diperkirakan kan akan mencapai angka Rp 53 sampai kurang lebih 60 triliun dan itu sudah dianggarkan di APBN 2026." katanya usai mengikuti Retret di Hambalang, Selasa (6/1/2026). 

Baca Juga: Purbaya Beberkan Anggaran untuk Penanganan Pemulihan Bencana Sumatra pada 2025-2026

Prasetyo menegaskan anggaran ini diluar dari dana siap pakai yang diberikan kepada BNBP. 

Jubir Presiden ini menjelaskan bahwa anggaran ini merupakan tambahan yang digunakan untuk proses pemulihan, rehabilitasi maupun rekonstruksi. 

"Tetapi kalau berkenaan dengan proses pemulihan, rehabilitasi, maupun rekonstruksi dan pemulihan kembali seluruh fasilitas-fasilitas umum, itu ada alokasi di luar dana siap pakai. Artinya ada alokasi dari APBN tersendiri," ujar Prasetyo. 

Baca Juga: Anggaran Bencana Rp 60 Triliun Cukup, Menkeu Pastikan MBG Tak Terganggu

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengatakan pada tahun 2026, pemerintah menyiapkan penyaluran pooling fund bencana yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Secara keseluruhan, estimasi kebutuhan pembangunan kembali daerah terdampak bencana mencapai Rp 51 triliun 

Kebutuhan tersebut akan dipenuhi melalui berbagai sumber, antara lain reprioritisasi belanja APBN 2026, pemanfaatan anggaran infrastruktur kementerian dan lembaga, serta pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) bidang infrastruktur. Pemerintah akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan kementerian terkait lainnya untuk memprioritaskan pembangunan kembali wilayah terdampak bencana.

“Jadi, dukungan fiskal ini dari berbagai macam sudut dari berbagai macam angle, tapi kita koordinasikan semua karena untuk menangani daerah bencana ini,” pungkas Suhasil Kamis (18/12/2025). 

Baca Juga: Banggar DPR Dorong Kemenkeu dan BNPB Percepat Anggaran Penanganan Bencana

Selanjutnya: Harga Minyak Menguat di Tengah Prospek Pasokan dan Ketidakpastian Venezuela

Menarik Dibaca: 8 Mitos tentang Kolesterol yang Tidak Perlu Dipercaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×