kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.978   86,00   0,48%
  • IDX 6.074   -27,71   -0,45%
  • KOMPAS100 792   -4,04   -0,51%
  • LQ45 597   -1,53   -0,26%
  • ISSI 211   -1,02   -0,48%
  • IDX30 338   -0,37   -0,11%
  • IDXHIDIV20 413   0,16   0,04%
  • IDX80 90   -0,42   -0,46%
  • IDXV30 111   0,19   0,17%
  • IDXQ30 108   0,12   0,12%

Menpora: Pembekuan PSSI didukung Presiden Jokowi


Rabu, 06 Mei 2015 / 20:32 WIB
ILUSTRASI. Anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Masmindo Dwi Area bersiap memulai tahapan konstruksi penambangan emas di Sulawesi Selatan


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore tadi memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrowi. Pertemuan ini dilakukan terkait masalah yang terjadi antara Menpora dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Menurut Imam, Jokowi telah memberikan dukungan atas kebijakan yang diambilnya terhadap PSSI. Sebelumnya, Imam, telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang membekukan keberadaan organisasi PSSI

Ia beralasan hal itu dilakukan untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia dan megubah tata kelola soal sepakbola. "Presiden minta saya untuk terus melakukan perubahan," ujar Imam, Rabu (6/5) di Istana Negara, Jakarta.

Tentu saja perubahan yang dimaksud Imam disertai dengan cetak biru dan strategi yang sudah terukur. Termasuk menghidupkan kembali seluruh kompetisi sepakbola yang telah dihentikan PSSI.

Saat ini Kemenpora tengah menunggu jawaban dari PT Liga Indonesia, selaku operator kompetisi untuk kembali menggulirkan kompetisi. Kompetisi itu nantinya akan berada di bawah pengawasan tim transisi yang akan dibentuk Imam.

Namun, kalau PT Liga Indonesia menolak, Imam sudah siap dengan langkah cadangan yaitu dengan membentuk operator kompetisi yang baru. "Kalau tidak bersedia, maka harus cari operator baru, itu perintah Presiden," tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah diminta untuk segera mencabut pembekuan PSSI. Jika tidak maka Federasi Sebakbola Internasional (FIFA) akan menghukum Indonesia, tidak boleh terlibat lagi dalam kegiatan sepakbola Internasional.

Terkait ini, Imam menanggapinya santai. Menurutnya, yang ditegur adalah PSSI, bukan pemerintah atau Kemenpora. Lebih jauh Ia ingin sepakbola Indonesia berdaulat dan tidak mudah diancam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×