kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Menkominfo harap pusat data pemerintah sudah dapat diintegrasikan pada 2023


Jumat, 28 Februari 2020 / 19:25 WIB
ILUSTRASI. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate usai Konferensi Pers tentang RUU Omnibus Law di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Rabu (26/02/2020).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan membangun integrated data center atau pusat data nasional pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate berharap, pusat data pemerintah ini bisa diintegrasikan di 2023.

"Kita harapkan di tahun 2020 ini bisa kita lakukan konsolidasi aplikasi dan data standardisasi, pelelangan proyek, ketersediaan lahan dan pembiayaan. Pada 2023 integrasi data center pemerintah bisa dilakukan," ujat Johnny, Jumat (28/2).

Baca Juga: Potensi besar, kontribusi pinjaman P2P lending di Kupang baru 0,13%

Pembentukan pusat data pemerintah yang terintegrasi penting mengingat banyaknya pusat data masing-masing kementerian dan pemerintah daerah. Berdasarkan data Kominfo, ada 2.700 pusat data dan ruang server pemerintah. Menurut dia, sebagian besar pusat data tersebut tidak memenuhi standar.

Lebih lanjut, Johnny menyebut mengintegrasikan data pemerintah tidak mudah mengingat  pada 2018 saja kapasitasnya mencapai 36 petabyte. Dalam 6 tahun, akan meningkat menjadi 82 petabyte, dan 15 tahun ke depan meningkat menjadi 140 petabyte.

Baca Juga: Kominfo targetkan RUU Perlindungan Data Pribadi rampung tahun 2020




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×