kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Menko cari jalan hindari migrasi ke elpiji 3 kg


Senin, 05 Januari 2015 / 12:49 WIB
ILUSTRASI. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengembangkan Metland Cibitung, proyek berkonsep Transit Oriented Development (TOD)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil turut mencermati perilaku konsumen elpiji 12 kilogram (kg) pasca-kenaikan harga Rp 1.500 per kg, yang berlaku mulai Jumat (2/1).

Sofyan membenarkan ketika dikonfirmasi bahwa ada kemungkinan terjadi migrasi konsumsi elpiji ke tabung melon alias elpiji subsidi 3 kg. Namun, dia memastikan bahwa pemerintah akan mencari jalan keluar agar tidak terjadi migrasi besar-besaran.

"Ini harus kita pikirkan, harus dicari jalan keluarnya supaya, (sesuai) tujuannya, subsidi ditujukan kepada orang yang membutuhkan," ucap Sofyan saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (5/1).

Sofyan berharap, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi tetap mau menggunakan elpiji 12 kg. "Perlu dipikirkan berikutnya, jangan gara-gara Pertamina naikkan 12 kg, orang beralih ke 3 kg karena (3 kg) bukan untuk konsumen yang mampu membayar 12 kg," tekan dia.

Sejauh ini, pemerintah pun belum berpikir untuk menaikkan harga gas 3 kg dengan maksud mengurangi gap antara harga elpiji subsidi dan non-subsidi. "Kita akan lihat. Akan dipelajari supaya komprehensif supaya ini bisa terselesaikan," tandas Sofyan. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×