kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.032   72,00   0,40%
  • IDX 5.201   -662,91   -11,31%
  • KOMPAS100 660   -101,32   -13,31%
  • LQ45 510   -79,65   -13,50%
  • ISSI 180   -21,36   -10,61%
  • IDX30 285   -43,89   -13,35%
  • IDXHIDIV20 368   -54,96   -13,00%
  • IDX80 76   -11,64   -13,34%
  • IDXV30 102   -13,42   -11,60%
  • IDXQ30 93   -14,49   -13,42%

Menko cari jalan hindari migrasi ke elpiji 3 kg


Senin, 05 Januari 2015 / 12:49 WIB
ILUSTRASI. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengembangkan Metland Cibitung, proyek berkonsep Transit Oriented Development (TOD)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil turut mencermati perilaku konsumen elpiji 12 kilogram (kg) pasca-kenaikan harga Rp 1.500 per kg, yang berlaku mulai Jumat (2/1).

Sofyan membenarkan ketika dikonfirmasi bahwa ada kemungkinan terjadi migrasi konsumsi elpiji ke tabung melon alias elpiji subsidi 3 kg. Namun, dia memastikan bahwa pemerintah akan mencari jalan keluar agar tidak terjadi migrasi besar-besaran.

"Ini harus kita pikirkan, harus dicari jalan keluarnya supaya, (sesuai) tujuannya, subsidi ditujukan kepada orang yang membutuhkan," ucap Sofyan saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (5/1).

Sofyan berharap, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi tetap mau menggunakan elpiji 12 kg. "Perlu dipikirkan berikutnya, jangan gara-gara Pertamina naikkan 12 kg, orang beralih ke 3 kg karena (3 kg) bukan untuk konsumen yang mampu membayar 12 kg," tekan dia.

Sejauh ini, pemerintah pun belum berpikir untuk menaikkan harga gas 3 kg dengan maksud mengurangi gap antara harga elpiji subsidi dan non-subsidi. "Kita akan lihat. Akan dipelajari supaya komprehensif supaya ini bisa terselesaikan," tandas Sofyan. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×