kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Menko Airlangga Klaim Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Bukan Hal Mustahil


Rabu, 30 Oktober 2024 / 14:19 WIB
Menko Airlangga Klaim Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Bukan Hal Mustahil
ILUSTRASI. Menko Airlangga Hartarto optimistis target pertumbuhan ekonomi 8% di 2029 bisa tercapai


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh 8%. Asal tahu saja, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8%.

Airlangga mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pernah mencapai 7,3% pada tahun 1986 hingga 1997. Bahkan  mencapai di atas 8% pada 1995.

"Jadi bapak Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8% di tahun 2029 itu bukan hal mustahil karena kita sudah pernah mencapai angka tersebut sebelumnya,” jelas Airlangga pada Opening Ceremony ISEF 2024, Rabu (30/10). 

Di sisi lain Airlangga melihat saat ini kondisi ekonomi dunia masih belum sepenuhnya pulih pasca dilanda pandemi Covid-19. Ia menyebutkan rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia saat ini adalah 3%. Maka untuk mencapai target tersebut perlu adanya dorongan dari beberapa hal.

“Kita butuh sumber pertumbuhan baru, hingga adaptasi teknologi, dan inovasi,” ungkapnya. 

Baca Juga: IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sulit Capai 8% Hingga 2029, Ini Kata Ekonom

Pemerintah menargetkan Indonesia emas dengan fondasi pertumbuhan ekonomi yang kuat. Maka menurut Airlangga visi pengembangan sektor produktif, seperti syariah dan produk halal menjadi sangat penting. 

Selain itu dalam rangka mencapai visi Asta Cita kedua, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih bertekad untuk mendorong kemandirian nasional.

“Salah satunya adalah kemajuan ekonomi syariah yang sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah,” ujarnya. 

Airlangga juga mencatat kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB telah mencapai 48,71%. Selain itu ekonomi syariah juga mendukung pemberdayaan UMKM. Sehingga ekonomi syariah menjadi sangat penting untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×