kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Menkeu Purbaya: Pajak Rajin Ditarik, Tapi Uang Malah Numpuk di Bank Sentral


Rabu, 10 September 2025 / 16:00 WIB
Menkeu Purbaya: Pajak Rajin Ditarik, Tapi Uang Malah Numpuk di Bank Sentral
ILUSTRASI. Menurut Purbaya, kebijakan dalam negeri turut menekan ekonomi nasional, terutama karena ekonomi RI bergantung pada permintaan domestik.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya kesalahan kebijakan dari sisi fiskal dan moneter.

Ia menegaskan perlambatan ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir tidak bisa sepenuhnya dikaitkan dengan kondisi global. 

Menurutnya, kebijakan dalam negeri juga turut memberi tekanan pada kinerja ekonomi nasional, terutama karena perekonomian Indonesia sangat bergantung pada permintaan domestik.

"Banyak keluar tagline Indonesia Gelap. Kita semua menunjuk ini gara-gara global. Padahal, ada kebijakan dalam negeri yang salah juga," ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Kena Sindir Anggota DPR, Boleh Koboy Tapi Ada Isinya

Ia menjelaskan, memasuki 2025, kondisi sempat membaik pada Januari hingga April. Pertumbuhan uang primer bahkan mencapai 7% pada April, sehingga ia optimistis Indonesia mulai keluar dari krisis. Namun, tren tersebut tak bertahan lama. 

“Yang saya enggak tahu, Mei jatuh lagi, Juli jatuh, Agustus jatuh ke 0 persen,” katanya.

Purbaya menilai, perlambatan yang terjadi sepanjang 2024 akibat kebijakan moneter ketat sempat mulai pulih, tetapi kemudian kembali tertekan karena pengelolaan fiskal yang tidak optimal.

Ia menyoroti keterlambatan pemerintah dalam membelanjakan anggaran negara.

"Beliau (menkeu) rajin narik pajak. Tak apa-apa. Masuk ke Bank Sentral. Kalau dibelanjakan lagi tidak apa-apa. Tapi ini kan tidak (dibelanjakan). Ditaruh sana (bank sentral) santai-santai," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×