kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Menkeu: Penambahan wakil menteri tidak membebani anggaran


Rabu, 19 Oktober 2011 / 15:23 WIB
Menkeu: Penambahan wakil menteri tidak membebani anggaran
ILUSTRASI. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan memasuki era revolusi industri 4.0 ditandai dengan penggunaan teknologi digital, akan ada banyak jenis usaha yang tidak berkembang bahkan hilang. Tribunnews/Jeprima


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penambahan jumlah pos wakil menteri di beberapa kementerian dikhawatirkan akan membebani anggaran. Tapi, pemerintah menyatakan penambahan pos wakil menteri ini tidak membuat anggaran bengkak.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo beralasan beberapa pos wakil menteri yang ada saat ini sudah ada di posisi birokrasi sebelumnya. Sehingga, menurutnya, anggarannya sudah ada sehingga tidak banyak perubahan. "(Kalaupun) ada perubahan tapi tidak besar," katanya di Istana Negara Rabu (19/10).

Agus juga menekankan, penambahan pos wakil menteri ini juga tidak akan membuat penambahan staf baru. Alasannya, "Posisi menteri dan wakil menteri itu kan adalah pimpinan dan di pimpinan tidak perlu membuat perubahan besar," kata Agus.

Catatan saja, dengan adanya penambahan beberapa pos wakil menteri yang baru, saat ini Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II memiliki 19 wakil menteri yang menempati 17 pos kementerian. Ada dua kementerian yang memiliki dua wakil menteri yaitu Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×