kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Menkeu: Inflasi tahun ini mungkin 6,5%


Kamis, 23 Desember 2010 / 16:58 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Inflasi tahun ini meleset dari perkiraan pemerintah. Menteri Keuangan Agus Martowardojo meramalkan inflasi tahun ini sebesar 6,5%.

Ini artinya inflasi tahun 2010 ini menembus level 6%. "Jadi ini tentu kami waspadai bahwa menjadi tantangan besar untuk tahun 2011," ujar Agus usai sidang kabinet paripurna di kantor Presiden, Kamis (23/12).

Senada, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan inflasi melampaui 6%. Tapi, dia enggan menyebutkan inflasi itu bisa menembus level 6,5% atau tidak. "Mudah-mudahan bisa mencapai 6,5%," kata Rusman.

Menurut Rusman, pemicu utama inflasi adalah harga bahan kebutuhan pokok, terutama beras. Dia bilang, harga beras merangkak naik setelah masa panen raya pada Maret lalu namun sampai sekarang tak kunjung turun.

Berbeda dengan harga beras tahun 2009 lalu yang masih sempat turun sesudah masa panen sebelum kembali naik pada akhir tahun. Rusman mencontohkan, dalam dua minggu pertama Desember dibandingkan November, kenaikan rata-rata beras itu sudah mencapai 5%.

Rusman menilai seharusnya pemerintah bisa menjaga harga beras terutama setelah membuka kran impor bulan ini. Sekadar informasi saja, rencananya bulan ini Bulog akan mengimpor beras hingga 500.000 ton.

Adapun, Indonesia sudah memiliki kontrak impor beras dengan hingga 1 juta ton lebih. Negara asal beras impor itu adalah Vietnam dan Thailand. Rusman menambahkan, pada Maret 2011 nanti diperkirakan harga beras mulai beranjak turun. Sebab, saat itu memasuki masa panen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×