kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.903   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.053   21,23   0,35%
  • KOMPAS100 781   5,63   0,73%
  • LQ45 599   5,13   0,86%
  • ISSI 211   -0,33   -0,16%
  • IDX30 333   2,93   0,89%
  • IDXHIDIV20 426   3,87   0,92%
  • IDX80 89   0,60   0,68%
  • IDXV30 116   0,61   0,53%
  • IDXQ30 109   1,08   1,00%

Menkeu dan mantan menkeu isyaratkan ekonomi Indonesia bakal resesi


Kamis, 03 September 2020 / 07:48 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri) bersama Advisory Board Chairman of Mandiri Institute M. Chatib Basri (kanan) berdialog di Mandiri Investment Forum (MIF) 2019 di Jakarta, Rabu, (30/1)). Dihadiri lebih dari 600 investor dan sekitar 200 nasabah


Reporter: Bidara Pink | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Perusahaan bisa tetap survive selama masih bisa membayar biaya variable seperti gaji, tetapi dia tak akan mendapat keuntungan. Parahnya, perusahaan bisa menjadi zoombie companies.

"Karena itu, tidak ada insentif untuk ekspansi dan meningkatkan investasi. Perekonomian akan stuck, atau pemulihan bakal lambat," jelasnya.

Baca Juga: Investasi saham dianggap jadi pilihan menarik di tengah ancaman resesi, asal...

Mengutip cuitan terbarunya soal kemungkinan resesi yang akan terjadi, Chatib mengatakan kalau saat ini yang paling penting adalah langkah mitigasi dengan ekspansi fiskal.

"Yang paling penting memang bukan soal resesi atau tidak. Yang paling penting, mitigasinya dengan ekspansi fiskal dan defisit APBN 2021 yang 5% mencerminkan itu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×