kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Menkeu bersyukur beri keterangan soal Hambalang


Selasa, 19 Februari 2013 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Cara menghilangkan komedo bisa Anda lakukan dengan memakai bahan alami.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Keuangan Agus Martowardojo memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus penyidikan dugaan korupsi pada proyek Hambalang. Agus mengaku bersyukur bisa memenuhi panggilan KPK tersebut.

“Justru saya bersyukur bisa hadir pada hari ini, karena saya memang kalau diundang akan ada kesempatan untuk menjelaskan tentang semua yang terkait dengan Hambalang yang saya ketahui,” katanya saat tiba di gedung KPK, Selasa (19/2).

Lebih lanjut, Agus berharap, keterangannya bisa mempercepat kerja KPK mengungkap dugaan korupsi pada proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional, yang berlokasi di bukit Hambalang tersebut.

Perihal hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal persetujuan kontrak multiyears atau tahun jamak, Agus berjanji akan membeberkannya. Sebelumnya BPK menilai, Agus melanggar ketentuan dalam memberikan persetujuan anggaran untuk proyek Hambalang.

“Multi years itu terkait dengan pengadaan barang jadi tidak terkait dengan anggaran. Nanti saya ceritakan semuanya,” jelasnya. Perlu diketahui, KPK memeriksa Agus karena dianggap mengetahui seputar penganggaran proyek Hambalang.

Hasil audit investigasi BPK mengungkapkan, adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan pihak Kemenkeu dalam persetujuan kontrak tahun jamak. Agus dinilai telah menyetujui usulan anggaran Hambalang yang dibuat dalam kontrak tahun jamak meskipun tanpa tanda tangan Menteri Pemuda dan Olah Raga saat itu, Andi Mallarangeng.

Padahal, untuk anggaran di atas Rp 1 miliar, wajib dilengkapi tanda tangan menteri terkait. Selain itu, KPK menduga ada yang janggal dalam penganggaran Hambalang yang naik drastis dari Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan dua tersangka yakni mantan Menpora Andi Mallarangeng dan Kepala Biro Keuangan serta Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×