CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Menkeu akui risiko corona lebih rumit dari krisis ekonomi 2008


Kamis, 05 Maret 2020 / 15:16 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui risiko akibat virus corona (Covid-19) lebih rumit dari krisis ekonomi global tahun 2008.

Hal itu melihat perbedaan dari kedua kondisi tersebut. Sebelumnya pada krisis tahun 2008 lebih besar serangan dari lembaga keuangan terutama perbankan dan pasar modal.

Sedangkan saat ini serangan langsung pada sektor riil. Sehingga dampaknya akan berbeda bila dibandingkan dengan krisis sebelumnya.

Baca Juga: Korban meninggal akibat corona melonjak, sekolah dan kampus di Italia diliburkan

"Karena menyangkut masalah orang yang tidak berani melakukan mobilitas, tidak melakukan kegiatan, itu pengaruhi sektor riil, investasi, manufacturing," ujar Sri usai rapat di Kantor Presiden, Kamis (5/3).

Sri menyebut aktivitas industri tertunda karena adanya gangguan rantai pasok. Hal itu dapat menciptakan kondisi terjadinya pengangguran.

Beberapa sektor seperti pariwisata, maskapai penerbangan, hotel dan manufaktur terganggu. Selain itu ada pula kekhawatiran akan mengenai sektor keuangan akibat Covid-19.

Oleh karena itu pemerintah sedang merumuskan kebijakan terkait mengatasi masalah tersebut. Kebijakan harus menjaga sektor riil.

"Makanya tadi respons pertama fokusnya pertama yang langsung berhubungan dengan tourism seperti hotel, restoran, airlines. Tapi sekarang kita lihatnya lebih luas kepada sektor manufaktur. Jadi ini bentuk pemihakan, bantuan, insentif harus di-modify berdasarkan kebutuhan," jelas Sri Mulyani

Baca Juga: Indonesia curbs entry of foreign visitors from Iran, Italy and South Korea

Saat ini kebijakan masih terus dikaji oleh pemerintah. Sri Mulyani menekankan kebijakan akan memperhatikan dampak baik untuk masyarakat maupun dunia usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×