kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Menkes: Susu formula aman dikonsumsi


Kamis, 10 Februari 2011 / 16:20 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menegaskan susu formula bayi yang kini beredar aman untuk dikonsumsi. Pasalnya sebagaimana penelitian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak ada susu formula yang terkontaminasi Enterobacter Sakazaki.

"Susu formula yang beredar saat ini aman untuk dikonsumsi. Karena susu-susu itu diproduksi sesuai Codex yang melarang adanya Enterobacter Sakazakii," ungkapnya Kamis (10/2). Codex Alimentarius Commission sebuah organisasi international yang mewajibkan produk susu formula yang beredar bebas dari bakteri. Codez ini dikeluarkan pada Juli 2008.

Endang menyebutkan sampai saat ini badan kesehatan dunia (WHO) belum mengharuskan negara-negara anggota memeriksa rutin terhadap bakteri Enterobacter Sakazaki. Pasalnya, sejak 1961 sampai 2003 baru ditemukan 48 bayi yang terinfeksi bakteri.

Sebagai pencegahan, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Badriul Hegar menyarankan, orang tua menjaga sanitasi agar tidak terkontaminasi bakteri. Caranya, menggunakan air yang dimasak mendidih yang dibiarkan selama 10-15 menit agar suhunya turun menjadi tidak kurang dari 70 derajat celcius. Asal tahu saja, bakteri ini memiliki kemampuan bertahan pada produk kering namun mudah mati jika terkena panas pada suhu 70 derajat celcius dalam 15 detik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×