kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menkes: Perokok bisa bikin bangkrut BPJS


Senin, 18 Agustus 2014 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini (6/3) di Pegadaian Stagnan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Perang terhadap rokok kembali digelorakan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi. Ia menyebut, jika perilaku merokok tidak dihentikan, maka Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bisa bangkrut.

"Banyak dana yang harus dikeluarkan untuk pengobatan pasien yang terserang penyakit akibat merokok. Ini bisa membangkrutkan BPJS," kata Nafsiah Mboi di Jakarta, Senin (18/8).

Yang menyedihkan, berdasarkan survei Riset Kesehatan Dasar 2013, ditemukan fakta bahwa 18% anak remaja berusia 15-19 tahun sudah menjadi perokok.

"Kekhawatiran saya tidak akan terjadi kalau perokok menghentikan kebiasaan itu. Kan penyakit yang dipicu rokok sebenarnya bisa dicegah," katanya.

Menurut Mboi, saat ini Indonesia menjadi negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia. "Kalau tidak dilakukan upaya pencegahan bukan tidak mungkin saat usia 30 sudah kena stroke, saat usia 40 tahun gigi rontok," katanya.

Menkes pun menegaskan, ia telah meminta bagian penerimaan pegawai Kemenkes untuk tidak menerima tenaga kesehatan di Kemenkes yang merokok. "Kalau perokok tidak usah diterima. Bikin malu," katanya. (Eko Sutriyanto)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×