kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Mengejar pertumbuhan 5,7% lewat infrastruktur


Kamis, 01 Mei 2014 / 13:25 WIB
ILUSTRASI. Hasil Maroko vs Spanyol, hasil pertandingan 16 besar Piala Dunia tadi malam & review seluruh tim 16 besar


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah memberikan kisaran pertumbuhan ekonomi tahun 2015 berada pada kisaran 5,5% - 6,3%. Berbagai risiko global ataupun domestik masih membayangi pemerintahan baru sehingga ekonomi masih konservatif alias cenderung melambat.

Ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistianingsih  melihat, pertumbuhan Indonesia tahun depan memang lebih realistis tumbuh pada level bawah yaitu 5,5%. Kalaupun Indonesia mau tumbuh sebesar 5,7%, kuncinya ada pada infrastruktur.

Infrastruktur menjadi hal mutlak yang harus dikejar pada pemerintahan baru. Lana menjelaskan bisa-bisa saja Indonesia tumbuh hingga level di atas 6% namun akan berisiko tinggi pada defisit transaksi berjalan.

Ketakutannya adalah mengulang tahun lalu di mana pertumbuhan tahun 2011 sebesar 6,5% dan 2012 sebesar 6,2% namun implikasinya pada tahun 2013 defisit transaksi berjalan pada triwulan II mencapai 4,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan level pertumbuhan sebesar 5,7% dan memicu infrastruktur, pemerintah memang harus waspada terhadap defisit transaksi berjalan karena impor akan meningkat untuk mendatangkan baja ataupun mesin. "Harus mampu dijaga defisitnya di bawah 3% dari PDB," tandasnya.

Maka dari itu pemerintah baru harus melakukan kebijakan untuk mengerem impor dengan membangun industri dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×