kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Mendagri optimistis pilkada punya manfaat ganda jadi stimulus ekonomi daerah


Rabu, 17 Juni 2020 / 17:23 WIB
ILUSTRASI. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan pemaparan melalui video conference (vidcon)


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian optimistis penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di masa pandemi virus corona (Covid-19) memiliki manfaat ganda.

Tidak hanya manfaat politik, Tito bilang pelaksanaan Pilkada serentak di 270 daerah memberikan dampak ekonomi. Terutama bagi masyarakat daerah tersebut.

Baca Juga: Ini kata Perludem soal Pilkada serentak 2020 yang akan berlangsung di tengah pandemi

"Pilkada memiliki manfaat ganda, kalau peribahasa sekali dayung dua, tiga pulau terlampaui," ujar Tito saat konferensi pers, Rabu (17/6).

Tito bilang anggaran pilkada dapat menjadi stimulus daerah. Pertama 60% anggaran akan digunakan sebagai insentif bagi penyelenggara pilkada.

"Ini sama seperti program padat karya, kita berikan bantuan tapi bekerja selama enam bulan," terang Tito.

Selain itu, 40% sisanya juga dapat dirasakan manfaatnya bagi daerah. Pasalnya 40% sisa anggaran akan digunakan untuk belanja peralatan kebutuhan pilkada.

Belanja tersebut dinilai dapat menjadi stimulus bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk ultra mikro. Pilkada akan menggerakkan perekonomian daerah.

Baca Juga: Kemendagri gandeng Bulog untuk mendistribusikan logistik Pilkada serentak 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×