kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Mendag: Tarif Impor AS 19% Masih Bisa Berubah, Negosiasi Terus Berjalan


Senin, 04 Agustus 2025 / 15:28 WIB
Diperbarui Senin, 04 Agustus 2025 / 17:34 WIB
Mendag: Tarif Impor AS 19% Masih Bisa Berubah, Negosiasi Terus Berjalan
Menteri Perdagangan Budi Santoso memaparkan kinerja ekspor RI Semester I 2025.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa negosiasi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung, dengan harapan dapat menghasilkan penurunan tarif terhadap sejumlah komoditas yang tidak diproduksi di AS.

Namun, Budi belum dapat mengungkapkan secara rinci komoditas apa saja yang menjadi bagian dalam pembicaraan tersebut karena proses negosiasi masih berjalan.

"Untuk komoditas, mungkin belum bisa saya sampaikan. Tetapi dalam proses negosiasi kita juga ingin mendapatkan penurunan tarif seperti komoditas yang tidak dimiliki atau tidak diproduksi AS," ujar Budi dalam Konferensi Pers Kinerja Perdagangan Semester I 2025 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (4/8/2025).

Ia menambahkan bahwa proses negosiasi akan terus dilakukan hingga kedua negara mencapai kesepakatan. Menurut Budi, tarif impor sebesar 19% masih berpotensi mengalami perubahan sebelum batas waktu yang ditentukan, yakni 1 September 2025.

Baca Juga: Trump Berlakukan Tarif 19% untuk ASEAN, RI Upayakan Negosiasi Produk Andalan

"Sekarang prosesnya masih berjalan, memang yang resiprokal dapat 19% itu berlaku 7 hari setelah 31 Juli. Sekarang proses negosiasi juga masih berjalan sebenarnya, mudah-mudahan sebelum 1 September sudah selesai," imbuhnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Amerika Serikat tercatat sebagai negara penyumbang surplus terbesar dalam neraca perdagangan Indonesia, dengan nilai mencapai 9,92 miliar dolar AS sepanjang Januari hingga Juni 2025.

“Ini pertanda bahwa produk-produk Indonesia masih punya daya saing meskipun ini belum diberlakukan tarif resiprokal ya jadi nanti kita akan mendorong dan kita tentu akan berupaya setelah dilakukan pemberlakuan tarif resiprokal ekspor kita tetap terus meningkat,” pungkas Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×