kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mendag targetkan tiga perjanjian dagang rampung akhir tahun ini


Rabu, 04 September 2019 / 14:41 WIB
Mendag targetkan tiga perjanjian dagang rampung akhir tahun ini
ILUSTRASI. Rapat kerja Menteri Perdagangan dengan Komisi VI DPR

Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menargetkan tiga perjanjian dagang rampung hingga akhir tahun.

Tiga perjanjian yang ditargetkan selesai yakni Kerjasama Ekonomi Komperhensif Regional (RCEP), Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komperhensif Indonesia - Korea (IK-CEPA), dan Indonesia-Taiwan Preferential Trade Agreement (PTA).

"Kita harap tahun ini selesai substansinya, karena itu perintah dari semua kepala negara," ujar Enggar usai membuka The 3rd International Conference On Trade 2019, Rabu (4/9).

Tambahan kerjasama tersebut akan mendorong peluang ekspor Indonesia. Pasalnya perjanjian tersebut akan menambah pangsa pasar ekspor Indonesia.

Sebagai contoh RCEP bila berhasil disepakati akan memberikan pasar sebesar 50% dari populasi seluruh dunia. Hal itu mengingat RCEP akan beranggotakan 16 negara.

Asal tahu saja, RCEP merupakan perjanjian ekonomi negara anggota ASEAN ditambah enam mitra dagang. Antara lain Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Baca Juga: Perjanjian ekonomi Indonesia-Korea Selatan (IK-CEPA) ditargetkan selesai tahun ini

Enggar optimistis RCEP dapat rampung akhir tahun 2019. Pasalnya masalah antar negara yang belum memiliki perjanjian dagang seperti India dengan China bisa diselesaikan.

"Pada November substansi selesai, kemudian ada proses lagi beberapa waktu," terang Enggar.

Pasar RCEP nantinya akan mengambil porsi 30% dari total perdagangan dunia. Selain RCEP, Indonesia juga akan menyelesaikan IK-CEPA yang ditargetkan tanda tangan bulan November juga.

Sementara untuk Indonesia - Taiwan akan lebih mudah karena berbentuk PTA. Saat ini kajian mengenai komoditas yang akan diajukan untuk mendapat penurunan tarif sudah dilakukan.

Setelah tiga perjanjian dagang selesai, Enggar juga menargetkan tahun 2020 mendatang akan ada tambahan 10 perjanjian dagang yang rampung. Tambahan itu akan semakin meningkatkan ekspor Indonesia.

"Tahun depan ada 10 lagi yang harus selesai, kita harus dapat market akses lebih dari 80% dari total di dunia," jelas Enggar.

Baca Juga: Perundingan IK-CEPA, Apindo minta evaluasi kebijakan TKDN

Penguatan perjanjian dagang merupakan cara tepat untuk mendongkrak ekspor. Pasalnya perjanjian dagang akan meningkatkan daya siang dengan tarif impor yang lebih rendah.

Asla tahu saja, sebelumnya Indonesia baru saja menyelesaikan perjanjian PTA dengan Mozambik. Selama tahun 2016 sampai 2019 perjanjian dagang yang telah selesai sebanyak 12 negara.

Enggar mengklaim jumlah tersebut lebih banyak dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data Kemdag dari tahun 1990 hingga 2015 telah selesai hanya 8 negara.




TERBARU

Close [X]
×