kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.821   -7,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Mendag pastikan harga pangan stabil di bulan puasa dan lebaran


Jumat, 16 April 2021 / 19:02 WIB
Mendag pastikan harga pangan stabil di bulan puasa dan lebaran
ILUSTRASI. Mendag pastikan harga pangan stabil di bulan puasa dan lebaran


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan harga pangan stabil pada bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Lutfi bilang pergerakan harga masih menunjukkan pada batas normal. Hal itu disampaikan berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan di pasar.

"Kalau kita melihat lebih kurang 2% dalam puasa ramadan ini kita anggap normal," ujar Lutfi saat konferensi pers, Jumat (17/4).

Harga cabai rawit merah yang sebelumnya melonjak disebutkan telah mengalami penurunan. Sebelumnya harga cabai rawit merah sempat menyentuh lebih dari Rp 100.000 per kilogram (kg).

"Minggu lalu sudah turun menjadi Rp 85.000 per kg, dan hari ini sudah turun menjadi Rp 83.000 per kg. Ini akan berangsur turun," terang Lutfi.

Baca Juga: KPPU temukan tiga komoditas pangan yang harganya naik pada kuartal I 2021

Meski begitu salah satu komoditas pangan yang masih bergerak adalah daging ayam dan telur ayam. Lutfi bilang permintaan yang tinggi membuat harga telur dan daging ayam terkerek naik.

Namun, Lutfi menjamin bahwa harga tersebut masih dapat terpantau dengan baik. Selain itu, kondisi stok pun dinilai aman sehingga dapat mencegah munculnya spekulan. "Saya bisa memastikan bahwa harga stabil, harga bisa diprediksi karena suplai cukup," ungkap Lutfi.

Selanjutnya: Masuki Ramadhan, Yaman berjuang hadapi krisis kemanusiaan terburuk dalam 100 tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×