kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.950   11,00   0,06%
  • IDX 6.264   -34,88   -0,55%
  • KOMPAS100 815   -3,54   -0,43%
  • LQ45 622   -1,21   -0,19%
  • ISSI 217   -1,94   -0,89%
  • IDX30 345   -0,68   -0,20%
  • IDXHIDIV20 429   -0,17   -0,04%
  • IDX80 93   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 117   -0,42   -0,36%
  • IDXQ30 111   -0,16   -0,15%

Mendag: Impor beras opsi terakhir


Sabtu, 09 Mei 2015 / 16:31 WIB
ILUSTRASI. Alpukat bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi.


Reporter: Handoyo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menilai kebijakan impor beras yang selama ini diwacanakan, merupakan langkah terakhir yang akan diambil pemerintah.

"Impor itu opsi terakhir yang harus ditempuh untuk memperbesar stok minimal Bulog sebagai cadangan beras pemerintah," kata Rachmat, dalam siaran persnya kemarin.

Sampai saat ini, Kemendag tetap akan mengacu kepada kebijakan Presiden terkait beras. Langkah itu dimaksudkan mencapai kedaulatan pangan. Mengurangi ketergantungan impor pangan merupakan tindakan yang strategis untuk mencapai swasembada pangan, meningkatkan ekonomi petani, dan memperkuat kinerja serta aktivitas di sektor pertanian.

"Hal ini untuk menegaskan langkah, target, dan keinginan pemerintah menjadi negara dengan ketahanan pangan yang kuat," ujar Rachmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×