kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mendag: Impor beras opsi terakhir


Sabtu, 09 Mei 2015 / 16:31 WIB
Mendag: Impor beras opsi terakhir
ILUSTRASI. Alpukat bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi.


Reporter: Handoyo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menilai kebijakan impor beras yang selama ini diwacanakan, merupakan langkah terakhir yang akan diambil pemerintah.

"Impor itu opsi terakhir yang harus ditempuh untuk memperbesar stok minimal Bulog sebagai cadangan beras pemerintah," kata Rachmat, dalam siaran persnya kemarin.

Sampai saat ini, Kemendag tetap akan mengacu kepada kebijakan Presiden terkait beras. Langkah itu dimaksudkan mencapai kedaulatan pangan. Mengurangi ketergantungan impor pangan merupakan tindakan yang strategis untuk mencapai swasembada pangan, meningkatkan ekonomi petani, dan memperkuat kinerja serta aktivitas di sektor pertanian.

"Hal ini untuk menegaskan langkah, target, dan keinginan pemerintah menjadi negara dengan ketahanan pangan yang kuat," ujar Rachmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×