Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa
DENPASAR. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menerima protes dari beberapa pelaku pariwisata saat hadir dalam undangan DPD asal Bali Arya Wedakarna di kantor DPD Jalan Cok Agung Trisna, Denpasar, Sabtu (11/4/2015).
Sebelum protes dilontarkan kepadanya, Gobel baru saja menyampaikan soal kebijakan peredaran minuman beralkohol.
"Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan latar belakang kebijakan ini dari Kementerian Perdagangan. Masalah minuman beralkohol, kenapa alkohol dilarang termasuk di bawah lima persen harus dibatasi, karena kerugiannya banyak. Anak muda Indonesia tidak mempunyai masa depan yang baik, kita harus mengamankan generasi muda kita," kata Gobel.
Dalam acara ini, penyelenggara juga mengundang pelaku pariwisata, baik pemandu wisata maupun biro perjalanan. Mereka lalu melontarkan protes kepada Gobel dan mempertanyakan kondisi Bali yang notabene sebagai daerah pariwisata internasional yang tentunya banyak turis asing yang berkunjung. Turis asing identik dengan minuman alkohol dan sering membeli di minimarket yang dijumpainya saat melakukan perjalanan wisata di Bali.
"Mati kita Pak kalau dijual di restauran dan hotel saja, pelanggan kita ribuan. Yang minum tamu (wisatawan) saja, Pak, bukan anak-anak. Perlu cari menteri baru ini," celetuk salah satu peserta.
Mendengar protes itu, Gobel mengatakan bahwa dirinya memahami apa yang dirasakan sebagai pelaku pariwisata, terutama yang bekerja mengantar wisatawan ke obyek-obyek wisata.
"Saya memahami komentar bapak-bapak semua. Tapi bapak-bapak tolong lihat bahwa inilah yang harus kita lakukan," kata Gobel disambut teriakan "revitalisasi".
"Kalau bapak-bapak tidak mau mengikuti, ya terserah bapak-bapak. Kita berpikir jangka panjang. Masa depan yang kita pikirkan," tambah Gobel yang kembali disambut dengan sorakan "huuu". (Kontributor Denpasar, Sri Lestari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













