kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Menakar Peluang BI Jalin Akses Likuiditas Dolar AS Langsung ke The Fed


Rabu, 08 April 2026 / 20:33 WIB
Menakar Peluang BI Jalin Akses Likuiditas Dolar AS Langsung ke The Fed
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (AFP/BAY ISMOYO)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Upaya memperkuat stabilitas rupiah kembali mengemuka, seiring munculnya dorongan agar Bank Indonesia (BI) menjajaki akses langsung ke likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama dengan bank sentral AS, Federal Reserve. 

Gagasan ini dinilai dapat menjadi bantalan tambahan di tengah tekanan global yang masih membayangi nilai tukar.

Kepala Ekonom BCA David Sumual melihat peluang kerja sama tersebut tetap terbuka, meski tidak mudah. Selama ini, Indonesia telah memiliki jaringan kerja sama swap bilateral dengan sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, serta terlibat dalam skema multilateral regional. 

Namun, akses langsung dengan AS dinilai akan memberi nilai tambah signifikan, terutama dari sisi ketersediaan likuiditas dolar yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Redam Gejolak Rupiah, BI Disarankan Buka Akses Likuiditas Dolar AS, Memungkinkan?

“Akan sangat baik juga kalau ada kerja sama langsung dengan Amerika,” ujar David kepada Kontan, Rabu (8/4/2026).

Dalam praktik global, akses langsung ke The Fed umumnya diberikan melalui skema standing swap lines, jalur pertukaran mata uang permanen yang dimiliki oleh negara-negara dengan posisi strategis dalam sistem keuangan global, seperti Jepang, Inggris, dan kawasan Eropa. 

Selain itu, terdapat pula skema swap line periodik yang dapat diperbarui, seperti yang dimiliki Singapura, meskipun tidak bersifat permanen.

Di sinilah tantangan utama bagi Indonesia. Akses tersebut selama ini cenderung terbatas pada negara-negara sekutu dekat AS atau yang memiliki peran kunci dalam stabilitas sistem keuangan global. 

Faktor kepercayaan, kedalaman pasar keuangan, serta hubungan geopolitik menjadi pertimbangan utama dalam pemberian fasilitas tersebut.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 16.636 Per Dolar AS Setelah The Fed Pangkas Suku Bunga

Meski begitu, peluang tidak sepenuhnya tertutup. Pengalaman Singapura menunjukkan bahwa negara di luar lingkaran inti tetap bisa memperoleh akses, meski dalam bentuk yang lebih terbatas dan bersifat temporer. 

Artinya, Indonesia masih memiliki ruang untuk meningkatkan status kerja samanya, setidaknya secara bertahap.

Saat ini, Indonesia sejatinya sudah memiliki jalur akses ke likuiditas dolar AS melalui mekanisme repo facility dengan The Fed. Skema ini memungkinkan BI memperoleh dolar dengan menjaminkan surat berharga. 


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×