Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya memperkuat stabilitas rupiah kembali mengemuka, seiring munculnya dorongan agar Bank Indonesia (BI) menjajaki akses langsung ke likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama dengan bank sentral AS, Federal Reserve.
Gagasan ini dinilai dapat menjadi bantalan tambahan di tengah tekanan global yang masih membayangi nilai tukar.
Kepala Ekonom BCA David Sumual melihat peluang kerja sama tersebut tetap terbuka, meski tidak mudah. Selama ini, Indonesia telah memiliki jaringan kerja sama swap bilateral dengan sejumlah negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, serta terlibat dalam skema multilateral regional.
Namun, akses langsung dengan AS dinilai akan memberi nilai tambah signifikan, terutama dari sisi ketersediaan likuiditas dolar yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Redam Gejolak Rupiah, BI Disarankan Buka Akses Likuiditas Dolar AS, Memungkinkan?
“Akan sangat baik juga kalau ada kerja sama langsung dengan Amerika,” ujar David kepada Kontan, Rabu (8/4/2026).
Dalam praktik global, akses langsung ke The Fed umumnya diberikan melalui skema standing swap lines, jalur pertukaran mata uang permanen yang dimiliki oleh negara-negara dengan posisi strategis dalam sistem keuangan global, seperti Jepang, Inggris, dan kawasan Eropa.
Selain itu, terdapat pula skema swap line periodik yang dapat diperbarui, seperti yang dimiliki Singapura, meskipun tidak bersifat permanen.
Di sinilah tantangan utama bagi Indonesia. Akses tersebut selama ini cenderung terbatas pada negara-negara sekutu dekat AS atau yang memiliki peran kunci dalam stabilitas sistem keuangan global.
Faktor kepercayaan, kedalaman pasar keuangan, serta hubungan geopolitik menjadi pertimbangan utama dalam pemberian fasilitas tersebut.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 16.636 Per Dolar AS Setelah The Fed Pangkas Suku Bunga
Meski begitu, peluang tidak sepenuhnya tertutup. Pengalaman Singapura menunjukkan bahwa negara di luar lingkaran inti tetap bisa memperoleh akses, meski dalam bentuk yang lebih terbatas dan bersifat temporer.
Artinya, Indonesia masih memiliki ruang untuk meningkatkan status kerja samanya, setidaknya secara bertahap.
Saat ini, Indonesia sejatinya sudah memiliki jalur akses ke likuiditas dolar AS melalui mekanisme repo facility dengan The Fed. Skema ini memungkinkan BI memperoleh dolar dengan menjaminkan surat berharga.
- Bank Indonesia
- Bank Indonesia (BI)
- nilai tukar rupiah
- rupiah
- The Fed
- Federal Reserve
- cadangan devisa
- Dolar AS
- reksadana dolar AS
- kebijakan moneter
- ekonomi global
- Mata Uang Rupiah
- Stabilitas Rupiah
- The Federal Reserves (The Fed)
- Uang Rupiah
- ketersediaan uang rupiah
- likuiditas dolar
- Swap Line
- Kerja Sama Bank Sentral
- Repo Facility













