kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.904.000   15.000   0,79%
  • USD/IDR 16.800   4,00   0,02%
  • IDX 6.262   8,20   0,13%
  • KOMPAS100 896   3,65   0,41%
  • LQ45 707   -0,42   -0,06%
  • ISSI 194   0,88   0,46%
  • IDX30 372   -0,72   -0,19%
  • IDXHIDIV20 450   -1,01   -0,22%
  • IDX80 102   0,35   0,35%
  • IDXV30 106   0,47   0,45%
  • IDXQ30 122   -0,87   -0,70%

Menakar Daya Tawar Indonesia dalam Negosiasi dengan AS Terkait Tarif Trump


Senin, 07 April 2025 / 16:44 WIB
Menakar Daya Tawar Indonesia dalam Negosiasi dengan AS Terkait Tarif Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato mengenai tarif di Taman Mawar di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 2 April 2025.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah mengumumkan tarif bea masuk barang impor. Dalam daftar yang ada, Indonesia akan dikenakan tarif 32% untuk barang-barang ekspor ke Amerika Serikat (AS). 

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia akan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah AS dalam berbagai tingkatan. Termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS.

Ketika ditanya soal daya tawar Indonesia saat negosiasi dengan AS, Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno mengatakan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu apa yang akan disepakati dalam panel high level negosiasi.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Trump 32%, Ekonom: Ini Sikap Unilateralisme Pragmatis dan Brutal

Adapun, Presiden Prabowo Subianto menugaskan tim negosiasi yang terdiri dari menteri koordinator bidang perekonomian, menteri keuangan, menteri luar negeri dan kementerian/lembaga terkait.

Delegasi Indonesia akan dipimpin oleh menteri koordinator bidang perekonomian. "Dari situ nanti kan bisa disampaikan kepada mereka, baru kita bisa cek optimis atau ngga optimisnya," ujar Arif Havas saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (7/4).

Terkait waktu negosiasi, Arif mengatakan panjang-pendeknya waktu negosiasi akan tergantung dari penawaran yang disampaikan Indonesia ke AS dan elemennya apa saja.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Trump 32%, Apindo: Cari Pasar Baru, Kurangi Ketergantungan AS

Setelah itu, Indonesia juga akan menganalisis respons AS terhadap penawaran negosiasi dari Indonesia. "Kan ini semua kan berproses dalam waktu yang cukup cepat, jadi sulit melakukan prediksi seperti itu," terang Arif.



TERBARU

[X]
×