kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Menakar Dampak Penurunan Jumlah Pemudik Lebaran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi


Rabu, 26 Maret 2025 / 16:01 WIB
Menakar Dampak Penurunan Jumlah Pemudik Lebaran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
ILUSTRASI. Penumpang kereta api berjalan menuju pintu keluar di Stasiun Malang, Jawa Timur, Senin (24/3/2025).


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Namun, penurunan pemudik akan berdampak lebih besar pada daerah-daerah ini. 

Di luar Jawa, Sumatra (terutama Lampung dan Sumatra Utara) serta Sulawesi Selatan juga termasuk wilayah dengan sirkulasi uang tinggi selama lebaran. 

Namun, daerah dengan basis ekonomi lokal kuat seperti Bali atau Yogyakarta mungkin lebih resilien karena aktivitas pariwisata atau konsumsi domestik yang tidak sepenuhnya bergantung pada pemudik. 

Baca Juga: PT Jasaraharja Putera Hadir dengan JRP Aman untuk Mudik Lebaran 2025

"Sebaliknya, daerah yang bergantung pada remiten THR dari perantau, seperti Nusa Tenggara Timur atau sebagian Kalimantan, berisiko mengalami penurunan daya beli masyarakat," terang Achmad.

Sementara itu, dalam Buku Ekonomi Kita edisi Maret 2025, pemerintah mengatakan, jumlah pemudik yang besar penting karena bisa mendorong pertumbuhan ekonomi secara langsung di berbagai daerah. 

"Jumlah pemudik diperkirakan sekitar 146,48 juta orang, mendorong perputaran uang Rp 357 triliun," tulis Buku Ekonomi Kita dikutip Rabu (26/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×