Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Pelaksanaan ibadah umrah di Masjidil Haram kini semakin nyaman dengan hadirnya fasilitas mobil listrik atau golf cart.
Kendaraan ini disediakan khusus di area rooftop masjid untuk membantu jemaah haji lansia atau jemaah yang mengalami kelelahan saat menjalankan rangkaian ibadah.
Kehadiran golf cart juga menjadi solusi praktis yang menghilangkan proses tawar-menawar harga yang selama ini kerap terjadi antara jemaah dan penyedia jasa pendorong kursi roda di area bawah masjid.
Otoritas setempat telah menerapkan sistem tiket dengan tarif tetap, sehingga biaya layanan tidak terpengaruh oleh tingginya kepadatan jemaah.
Baca Juga: Sewa Kursi Roda di Masjidil Haram Melonjak, Jemaah Disarankan Gunakan Jalur Resmi
Kepala Seksi PKP2JH, Lansia dan Disabilitas Daker Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ridwan Siswanto membeberkan, transaksi pembelian tiket diatur sedemikian rupa layaknya stasiun modern guna menjamin transparansi harga bagi tamu Allah lintas negara.
Jemaah bebas memilih metode pelunasan, baik menggunakan uang tunai Riyal maupun transaksi digital lewat aplikasi resmi. "Bisa tunai, bisa lewat aplikasi, harganya fixed 200 Riyal per orang untuk paket full umrah," terangnya, Sabtu (3/5/2026).
Satu unit Golf Cart dirancang eksklusif untuk menampung empat penumpang guna memastikan keleluasaan gerak jemaah selama ibadah berlangsung.
Pengaturan kapasitas ini disengaja agar jemaah tetap bisa melantunkan doa dengan khusyuk tanpa harus berdesakan di atas kendaraan.
Layanan berbayar ini juga memberikan fleksibilitas bagi jemaah yang hanya mengalami kram atau kelelahan di separuh jalan ibadah.
Baca Juga: Wacana Layer Baru Cukai Rokok Picu Kekhawatiran PHK di Industri Padat Karya
Tersedia paket eceran seharga 100 Riyal bagi jemaah yang murni hanya ingin menuntaskan tujuh putaran sa'i dari bukit Safa ke Marwah.
"Jadi 200 Riyal ini bukan per mobil ya, kalau per mobil patungan kapasitas empat tentu enak, tapi ini per orang," Ridwan menegaskan rincian biaya.
Alternatif lainnya adalah loket penyewaan kursi roda manual di lantai dua yang juga menerapkan skema harga mati tanpa kehadiran pendorong.
Fasilitas sewa mandiri ini sangat cocok bagi jemaah muda yang ingin berbakti mendorong orang tua mereka secara langsung menyelesaikan tawaf.
Baca Juga: Saat Pergeseran Ke Makkah, Jemaah Diimbau Tak Bawa Oleh-Oleh Berlebihan
Hadirnya inovasi tiket tetap ini menjadi simbol modernisasi layanan haji yang mengedepankan kepastian perlindungan konsumen. Jemaah nusantara kini dapat bernapas lega merencanakan anggaran ibadah tanpa takut menjadi korban fluktuasi harga di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













