kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.038   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.186   137,75   1,95%
  • KOMPAS100 993   21,02   2,16%
  • LQ45 729   13,26   1,85%
  • ISSI 256   5,00   1,99%
  • IDX30 395   6,62   1,70%
  • IDXHIDIV20 491   3,69   0,76%
  • IDX80 112   2,24   2,04%
  • IDXV30 136   0,72   0,53%
  • IDXQ30 129   1,78   1,41%

Masalah di proyek LRT bisa terurai


Selasa, 26 September 2017 / 10:14 WIB
Masalah di proyek LRT bisa terurai


Reporter: Agus Triyono | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah mengaku berhasil menyelesaikan himpitan trase atau jalur antara proyek light rail transit (LRT) yang dibangun PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Adhi Karya (Persero) di Dukuh Atas. Selesainya masalah itu, jeda antar armada (headway) tak akan terganggu, yakni 3 menit sekali.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Senin (25/9) , pemerintah memutuskan jalur LRT Jakpro dan Adhi akan dipisah.

Ini dengan pertimbangan antara lain ketersediaan lahan. Berdasarkan pengukuran di lapangan, pemerintah menyimpulkan lahan saat ini cukup untuk digunakan membangun dua jalur LRT. Selain itu, bila trase LRT dibangun bersilangan, pemerintah khawatir bakal mengganggu target waktu jeda antar armada (headway) yang ditetapkan selama tiga menit.

Seperti diketahui, Jakpro menggarap proyek LRT dengan rute Kelapa Gading-Velodrome-Manggarai-Dukuh Atas-Tanah Abang. Tapi untuk saat ini Jakpro sedang mengerjakan trase Kelapa Gading-Velodrome. Sementara PT Adhi Karya menggarap LRT dengan rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan menambahkan, pemerintah juga mulai mengurai hambatan pendanaan untuk proyek transportasi ini. Saat ini ada potensi pendanaan perbankan untuk pembangunan proyek LRT Rp 19 triliun. Pendanaan tersebut antara lain berasal dari Bank Mandiri, BNI, BRI, dan CIMB Niaga.

Luhut berharap, dengan penyelesaian masalah tersebut, financial close atau kesepakatan pendanaan proyek LRT bisa dicapai. "Harapannya pada bulan November dana tersebut bisa segera dicairkan," kata Luhut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×