kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Mari Elka Pangestu: Pertumbuhan ekonomi 2020 salah satunya dipengaruhi virus corona


Kamis, 06 Februari 2020 / 05:35 WIB
Mari Elka Pangestu: Pertumbuhan ekonomi 2020 salah satunya dipengaruhi virus corona


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 mencapai 5,02 year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2018 yang mencapai 5,17%.

Meskipun begitu, Menteri Perdagangan RI 2004-2011 sekaligus Senior Fellow CSIS Indonesia Mari Elka Pangestu menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tergolong stabil di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian ini. Dibandingkan dengan negara lainnya, ia juga melihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dalam keadaan baik. 

Saat ditanya mengenai prediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 ini, menurut Mari, hal tersebut tergantung stimulus fiskal dari pemerintah serta perkembangan terkait merebaknya virus Corona.

Pasalnya, penyebaran virus ini dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi China. "Menurut makro model yang pernah dilakukan hitung-hitungannya, setiap 1% penurunan pertumbuhan ekonomi China dapat menyebabkan ekonomi Indonesia turun 0,3%," ungkap dia pada acara Mandiri Investment Forum (FIM) 2020 di Jakarta, Rabu (4/2). 

Terlebih lagi, Indonesia banyak mengekspor komoditas seperti minyak kelapa sawit dan batubara ke Negeri Tirai Bambu tersebut. Dengan begitu, turunnya pertumbuhan ekonomi China akan berpengaruh pada permintaan dan harga komoditas ini.   

Ia bahkan melihat, merebaknya virus Corona ini telah bedampak langsung pada sektor pariwisata dan transportasi Indonesia. Meskipun begitu, penurunan pada sektor-sektor ini diprediksi tidak berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri, sebab kedua sektor tersebut hanya menyumbang 7%-8% produk domestik bruto Indonesia. 

Mari memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 ini masih berada di level sedikit di atas 5%. Penyebabnya adalah kondisi eksternal yang masih menunjukkan ketidakpastian serta virus Corona yang belum benar-benar dapat dikendalikan sehingga investasi masih tertahan. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indoensia pada kuartal I-2020 akan relatif sama dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir tahun lalu, yakni di bawah 5%.  Sebagai informasi, pada kuartal IV-2019, ekonomi Indonesia tumbuh 4,97% yoy. 

Ia juga mempertimbangkan kondisi global yang masih dipenuhi ketidakpastian. Mulai dari merebaknya virus Corona, isu-isu geopolitik, pertumbuhan ekonomi negara-negara maju di Eropa yang melambat, hingga Brexit. "Dengan adanya virus Corona ini, kita melihat episode yang berulang seperti di 2019, kita kehilangan momentum pertumbuhan tiga bulanan," ungkap dia. 

Andry juga berkaca pada rata-rata pertumbuhan ekonomi global selama lima tahun ke belakang yang hanya di kisaran 3,45%. Menurut dia, angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 15-20 tahun terakhir. Dengan melihat kondisi ini, menurut dia, peluang negara berkembang untuk mendorong ekspor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi akan semakin berat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×