kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.082   5,00   0,03%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Makin sulit logistik, makin tinggi inflasi


Rabu, 27 Mei 2015 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Logo PT Astra International Tbk ASII di puncak gedung Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Penjualan Mobil Astra International (ASII) Bulan November 2023 Naik 6,14%


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya bagi daerah untuk menjaga stabilitas harga. Sebab, jika pemerintah daerah bisa menjaga laju inflasi rendah, maka secara nasional juga akan rendah.

Ia melihat, ada beberapa daerah yang memiliki inflasi tinggi, terutama di daerah Indonesia bagian timur seperti Merauke atau Manokwari di papua. Bahkan untuk Merauke laju inflasinya hingga 12%.

Penyebab tingginya inflasi di Indonesia bagian timur dikarenakan jarak tempuh dan suplai logistik yang sulit. "Padahal, harga beras di sana termasuk paling rendah," ujar Jokowi, Rabu (27/5) di Jakarta.

Namun, karena harga kebutuhan pokok utama yang lain masih tinggi menyebabkan secara umum inflasinya menjadi tinggi. Ia berharap daerah yang memiliki inflasi tingi itu lebih memperhatikan ketersediaan barang.

Pemerintah sendiri berkomitmen untuk membantu dengan membangun infrastruktur penunjang lebih baik. Terutama yang terkait dengan konektivitas antar pulau. Agar biaya logistik kebutuhan pokok menjadi lebih murah.

Ia menargetkan dalam empat tahun tol laut, yang merupakan jalur transportasi untuk logistik bisa terbangun. Jokowi juga berharap daerah lain yang memiliki inflasi rendah bisa mempertahankan kondisi tersebut.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×