kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Luhut: Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Capai Rp 300 Triliun


Kamis, 12 Juni 2025 / 13:01 WIB
Luhut: Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2026 Capai Rp 300 Triliun
ILUSTRASI. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat peluncuran Sahabat-AI di Museum Nasional, Jakarta, Senin (2/6/2025).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 akan melonjak menjadi sekitar Rp 300 triliun.

Jumlah ini naik signifikan dibandingkan pagu 2025 sebesar Rp 171 triliun.

“Mungkin sekitar Rp 300 triliun di tahun depan,” kata Luhut dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, Kamis (12/6).

Baca Juga: BGN Sebut MBG Jadi Pasar Baru Investasi Pangan dan Peternakan

Luhut meyakini program MBG dapat menciptakan pemerataan ekonomi dan membentuk simpul-simpul ekonomi baru, asalkan pelaksanaannya diawasi secara ketat dan transparan.

“Kalau itu dilaksanakan dengan baik, tentu harus detail kita awasi bersama-sama. Kita beri masukan-masukan,” ujarnya.

Realisasi Masih Minim

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa hingga 21 Mei 2025, realisasi anggaran MBG baru mencapai Rp 3 triliun, meningkat dari posisi April senilai Rp 2,37 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Pihak yang bisa Mark Up Harga Pangan MBG

Realisasi tersebut baru menjangkau 3,97 juta penerima manfaat, jauh dari target 17,9 juta orang tahun ini.

MBG saat ini disalurkan melalui 1.386 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah beroperasi sebagai dapur umum.

Penerima manfaat terdiri dari anak sekolah dan ibu hamil, dua kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi dari negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×