kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Lonjakan corona, pemerintah diminta terus edukasi disiplin protokol kesehatan


Rabu, 23 Juni 2021 / 22:54 WIB
ILUSTRASI. Perketat Disiplin Prokes: Warga menggunakan masker saat belanja di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (15/6).


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus corona di Indonesia belum memperlihatkan tanda-tanda penurunan. Melansir data Satgas Covid-19, hingga Rabu (23/6) ada tambahan 15.308 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 2.033.421 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 7.167 orang sehingga menjadi sebanyak 1.817.303 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 303 orang menjadi sebanyak 55.584 orang.

Melihat hal tersebut, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani menilai, pelaksanaan kebijakan PPKM Mikro mengedapankan unsur kesehatan untuk menyikapi lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga: Percepatan vaksinasi hingga penguatan Puskesmas untuk atasi lonjakan kasus Covid-19

Meski dari sisi ekonomi dan bisnis, ini akan membuat kontraksi, dan para pengusaha harus membuat penyesuaian agar bisa tetap survive dan menunggu momentum untuk bisa kembali rebound ekonominya.

"Pemerintah harus terus mengedukasi pentingnya protokol kesehatan untuk menahan laju Covid-19, sambil terus melakukan percepatan vaksinasi agar target awal 2022 sudah lebih dari 70% tervaksin dan tercipta herd immunity," ujar Ajib saat dihubungi, Rabu (23/6).




TERBARU

[X]
×