kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   24,00   0,13%
  • IDX 6.427   92,93   1,47%
  • KOMPAS100 847   11,39   1,36%
  • LQ45 638   5,43   0,86%
  • ISSI 222   4,37   2,01%
  • IDX30 358   1,90   0,53%
  • IDXHIDIV20 440   -0,71   -0,16%
  • IDX80 96   1,22   1,29%
  • IDXV30 120   0,97   0,82%
  • IDXQ30 114   0,12   0,10%

Laju Pertumbuhan Uang Beredar (M2) Melambat Jadi 8,7% YoY pada Juni 2026


Kamis, 23 Juli 2026 / 12:49 WIB
Laju Pertumbuhan Uang Beredar (M2) Melambat Jadi 8,7% YoY pada Juni 2026
ILUSTRASI. Jumlah peredaran uang pada Mei 2026 (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap mencatat pertumbuhan positif pada Juni 2026, meski lajunya melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) yang dirilis pada Kamis (23/7), posisi M2 pada Juni 2026 mencapai Rp 10.432,8 triliun atau tumbuh 8,7% secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan M2 pada Mei 2026 yang sebesar 10,8% (yoy).

Pertumbuhan uang beredar tersebut ditopang oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,8% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,9% (yoy).

Baca Juga: Purbaya Bocorkan Ada Tambahan Negara Pengecualian Kebijakan DHE SDA

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan, perkembangan M2 pada Juni 2026 terutama dipengaruhi oleh meningkatnya penyaluran kredit serta pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus).

"Penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,1% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan sebesar 10,8% (yoy) pada Mei 2026. Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 10,1% (yoy), melanjutkan pertumbuhan sebesar 37,4% (yoy) pada Mei 2026," ujar Denny dalam keterangan resminya, Kamis (23/7).

Sementara itu, aset luar negeri bersih tumbuh 2,3% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,0% (yoy).

Dari sisi komponennya, M1 yang memiliki pangsa 56,9% terhadap total M2 tercatat sebesar Rp 5.937,5 triliun atau tumbuh 9,8% (yoy). Pertumbuhan ini melambat dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 15,3% (yoy).

Perlambatan M1 dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan giro rupiah menjadi 10,4% (yoy) dari sebelumnya 23,9% (yoy). Selain itu, pertumbuhan uang kartal di luar bank umum dan BPR juga melambat menjadi 15,9% (yoy) dari 16,6% (yoy), sedangkan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu tumbuh 6,8% (yoy), lebih rendah dibandingkan 8,3% (yoy) pada Mei.

Di sisi lain, uang kuasi yang memiliki pangsa 42,3% terhadap M2 justru menunjukkan peningkatan. Nilainya mencapai Rp 4.409,3 triliun atau tumbuh 6,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 6,0% (yoy) pada Mei 2026.

Denny menjelaskan, peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan simpanan berjangka yang naik menjadi 6,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 3,3% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Adapun uang primer (base money atau M0) adjusted pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp 2.228,0 triliun atau tumbuh 13,8% (yoy), sedikit melambat dari pertumbuhan 14,2% (yoy) pada Mei 2026.

Pertumbuhan M0 adjusted didorong oleh kenaikan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,0% (yoy) serta pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 12,6% (yoy).

Bank Indonesia menjelaskan, perkembangan M0 adjusted tersebut telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam kerangka pengendalian moneter.

Baca Juga: Pemerintah Bangun Gedung Baru di Kompleks Istana, Mensesneg Beberkan Alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×