kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kurs Rupiah Tembus Rp 16.400 Per Dolar AS, Menko Airlangga: Kita Monitor Saja


Jumat, 21 Juni 2024 / 05:53 WIB
Kurs Rupiah Tembus Rp 16.400 Per Dolar AS, Menko Airlangga: Kita Monitor Saja
ILUSTRASI. Kamis (20/6), kurs rupiah di pasar spot, melemah 0,4% ke level Rp 16.430 per dolar AS.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan terhadap rupiah masih belum kendur. Kurs rupiah pun makin terpojok menghadapi penguatan dolar AS.

Kamis (20/6), kurs rupiah di pasar spot, melemah 0,4% ke level Rp 16.430 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, melemahnya rupiah terhadap dolar AS menandakan perekonomian Amerika Serikat (AS) sedang baik. Apalagi dolar AS menguat hampir ke semua mata uang dunia.

“Iya kita monitor saja, karena terhadap berbagai mata uang,  dolar AS kuat, kan ekonomi AS membaik,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (20/6).

Baca Juga: BI Beberkan Sejumlah Alasan yang Jadi Pemicu Rupiah Melemah

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, pemerintah bakal terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah secara harian.

“Kita monitor saja, karena itu Bank Indonesia (BI) yang akan terus memonitor secara daily,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bakal mempengaruhi ekonomi, dilihat dari sisi supply utamanya pada produksi yang berkaitan dengan bahan baku impor.

"Selain itu tentu untuk proyek strategis nasional yang sangat berkaitan dengan bahan material yang impor," katanya.

Menurut dia, pelemahan rupiah menjadi salah satu penyebab cost overrun dari biaya pembangunan infrastruktur, apalagi sekarang banyak bahan baku untuk konstruksi yang bergantung pada impor seperti besi, baja hingga semen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×