kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Kurangi utang luar negeri, pemerintah akan selektif kucurkan SLA


Minggu, 04 Desember 2011 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Pajak digital. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah akan lebih selektif dalam menyalurkan penerusan pinjaman atau subsidiary loan agreement ke perusahaan plat merah. Kebijakan ini untuk mengerem utang luar negeri yang terus membengkak.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai selama ini pengucuran SLA membuat pinjaman utang luar meningkat. Karena itu, dia menyarankan BUMN atau pemerintah daerah mencari pinjaman luar negeri secara langsung. "Kalau bisa menggunakan kredit komersial atau kredit ekspor yang dijamin lembaga kredit," katanya, Jumat (2/12) lalu.

Catatan saja, dalam APBN 2012, pemerintah mengalokasikan penerusan pinjaman sebesar Rp 8,914 triliun. Penerusan pijaman ini terdiri dari penerusan pinjaman lanjutan dan juga penerusan pinjaman baru. Penerima SLA ini antara lain PT Perusahaan Listrik Negara, PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Pelindo II, Pemerintah Kota Bogor, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×