kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Kurangi utang luar negeri, pemerintah akan selektif kucurkan SLA


Minggu, 04 Desember 2011 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Pajak digital. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah akan lebih selektif dalam menyalurkan penerusan pinjaman atau subsidiary loan agreement ke perusahaan plat merah. Kebijakan ini untuk mengerem utang luar negeri yang terus membengkak.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menilai selama ini pengucuran SLA membuat pinjaman utang luar meningkat. Karena itu, dia menyarankan BUMN atau pemerintah daerah mencari pinjaman luar negeri secara langsung. "Kalau bisa menggunakan kredit komersial atau kredit ekspor yang dijamin lembaga kredit," katanya, Jumat (2/12) lalu.

Catatan saja, dalam APBN 2012, pemerintah mengalokasikan penerusan pinjaman sebesar Rp 8,914 triliun. Penerusan pijaman ini terdiri dari penerusan pinjaman lanjutan dan juga penerusan pinjaman baru. Penerima SLA ini antara lain PT Perusahaan Listrik Negara, PT Sarana Multi Infrastruktur, PT Pelindo II, Pemerintah Kota Bogor, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×