kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Kubu Jokowi bantah BPN Prabowo-Sandi soal pembangunan infrastruktur


Minggu, 17 Maret 2019 / 19:46 WIB


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA.  Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Aria Bima menanggapi komentar pihak  Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto -Sandiaga Uno yang menyebut bahwa Jokowi terbalik dalam pembangunan.

Aria Bima mengatakan, dengan adanya pembangunan infrastruktur yang saat ini sudah berjalan, mampu merubah perilaku masyarakat.

"Jadi ini apakah telur dulu atau ayam dulu ya, Jakarta - Sukabumi dulu 6 jam, sekarang 2 jam. Dengan 2 jam itu akan ada revolusi mental, akan mengubah perilaku menjadi produktif. Orang akan bisa memasarkan berbagai produk usaha kecil menengah mikronya dengan adanya infrastruktur," jelas Aria ditemui sebelum debat pada Minggu (17/3).

Aria menyebut bahwa banyak manfaat yang sudah dirasakan masyarakat dari mulai bidang pertanian hingga kelautan. "Jadi antara infrastruktur dan manusia itu tidak bisa dinegasikan atau saling menegasikan, mereka saling ada keterkaitan antara pembangunan manusia dan infrastruktur," sambung Aria.

Memberikan contoh bahwa saat bagi yang 73 tahun tidak bisa menikmati energi listrik, saat itu listrik masuk ke desa terpencil khususnya daerah perbatasan infrastruktur listrik akan mengubah perilaku masyarakat.

Pembangunan jalan tol juga bukan hanya mengurai kemacetan, jalan tol disebut mengubah daerah yang terisolasi menjadi daer

Mengaikatkan dengan revolusi mental yang Jokowi usung sebelumnya Aria menjelaskan bahwa revolusi mental adalah bagaimana disampaikan dan diprogramkan dengan cara-cara membangun satu tradisi perilaku.

"Jadi ini yang dimaksudkan bahwa revolusi mental adalah sesuatu yang mendasar, yang harus dijungkir balikkan, yang dulu tidak mungkin sekarang menjadi mungkin," tambah Aria.

Lebih lanjut disebut bagaimana melihat wilayah perbatasan yang dulu menjadi beban ekonomi, sekarang masyarakat wilayah perbatasan sangat bangga.

"Menjadi sangat Indonesia tanpa dia harus di Jakarta. Orang Papua sudah merasa Indonesia tanpa dia harus ke Jawa. Bagaimana kita bangga mempunyai wilayah kelautan program ilegal fishing. Inilah yang dimaksudkan bahwa membangun revolusi mental dengan keteladanan para pemimpin. Membangun Indonesia sentris dari yang tadinya Jawa sentris, yang hanya Jabotabek sentris, itu kan revolusi mental," tegas Aria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×