kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Masih Terjaga pada Kuartal II-2024


Jumat, 02 Agustus 2024 / 10:54 WIB
KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Masih Terjaga pada Kuartal II-2024
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbincang dengan Gubenur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar (kiri), dan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa sebelum menyampaikan keterangan pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2024 di Kantor LPS, Jakarta, Jumat (2/8/2024).


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal II-2024 masih terjaga di tengah peningkatan tekanan di pasar keuangan.

Hal tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi KSSK ke-III 2024 yang sudah dilakukan oleh KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan II-2024 tetap terjaga di tengah peningkatan tekanan di pasar keuangan," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sekaligus Ketua KSSK dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (2/8)

Selain itu, Sri Mulyani menyebut peningkatan ketidakpastian kondisi perekonomian global dan gejolak geopolitik telah mendorong peningkatan tekanan di pasar keuangan global.

Baca Juga: OJK: Aturan Turunan Hapus Tagih UMKM Tinggal Tunggu Persetujuan Presiden

"Ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi di tengah pertumbuhan ekonomi lebih stabil tapi tetap rendah. Di 2024 kita memahami, semua outlook oleh lembaga internasional, pertumbuhan ekonomi global akan stabil tapi lemah," ucapnya.

Sri Mulyani bilang, menurut laporan Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan ekonomi global tahun ini diprediksi hanya tumbuh 3,2%.

"Ini artinya lebih lemah 3,3% yang tumbuh di 2023. Ini outlooknya pertumbuhan ekonomi global masih stagnan lemah, bahkan lebih lemah dibandingkan tahun lalu," terangnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan kondisi global mengalami ketidakpastian geopolitik, seperti pecahnya perang di Timur Tengah dan berlanjutnya perang antara Rusia dan Ukraina, serta sejumlah negara tahun ini sedang transisi demokrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×