kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

KSPI tolak penghitungan upah sesuai omnibus law


Rabu, 27 Oktober 2021 / 20:06 WIB
ILUSTRASI. KSPI menolak penghitungan upah berdasarkan Undang Undang Cipta Kerja atau omnibus law.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak penghitungan upah berdasarkan Undang Undang Cipta Kerja atau omnibus law.

Penghitungan upah minimum berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan sebagai aturan turunan omnibus law tak lagi menggunakan komponen hidup layak (KHL). Selain itu, omnibus law pun tengah digugat di Mahkamah Konstitusi (MK) saat ini.

"Buruh tidak setuju upah minimum kabupaten/kota (UMK) menggunakan omnibus law dan PP Nomor 36 Tahun 2021, karena UU Cipta Kerja sedang digugat di MK, jadi pemerintah melanggar konstitusi," ujar Presiden KSPI Said Iqbal saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (27/10).

Baca Juga: Serikat buruh tuntut kenaikan UMP DKI Jakarta 2022 jadi Rp 5,3 juta

Buruh menuntut penetapan upah minimum menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015 dan UU Nomor 13 Tahun 2003. Salah satunya dengan memasukkan KHL dalam penghitungan upah minimum.

KSPI telah melakukan survei terkait KHL di setiap provinsi. Pada setiap provinsi disurvei KHL di 5 pasar untuk dapat melihat perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"UMK 2022 naik 7%-10%, karena survei didapat rata-rata kenaikan harga barang, transportasi, dan sewa rumah sebesar 7%-10%," kata Said.

Sebelumnya, upah minimum pada tahun 2021 ditetapkan pemerintah tidak mengalami kenaikan. Salah satunya disebabkan kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Selanjutnya: Perhitungan upah minimum tahun 2022 masih menunggu data BPS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×