kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Krisis bisa ditangkal dengan menekan kemiskinan


Kamis, 19 September 2013 / 09:25 WIB
Krisis bisa ditangkal dengan menekan kemiskinan
ILUSTRASI. Promo JSM Alfamart Periode 6-8 Mei 2022


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Krisis yang tengah menekan ekonomi Indonesia harusnya dapat ditangkal dengan program penanggulangan kemiskinan. Karena itu, saat ini pemerintah mengklaim terus melakukan berbagai upaya menekan angka kemiskinan.

Salah satunya, menjalankan semua program penanggulangan kemiskinan yang sudah ada secara tepat sasaran dan tepat waktu. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Rabu (18/9).

"Kalau seluruh program penanggulangan kemiskinan yang sudah ada itu dijalankan secara efektif, tepat waktu, tepat sasaran, termasuk program kompensasi kenaikan harga BBM, saya yakin akan bisa mengurangi akan kemiskinan minimal mendekati angka 10% dan bisa meredakan krisis ekonomi," tutur Agung.

Penanggulangan program kemiskinan tersebut, di dalamnya termasuk Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sekarang program tersebut masih terserah sebanyak 22%. Agung bilang, bila dana BSM terserap semua, maka jumlahnya mendekati Rp 10 triliun.

Pemantapan program penanggulangan kemiskinan saat ini adalah upaya untuk meredakan krisis ekonomi yang tengah menekan ekonomi nasional.

Kalau semua program penanggulangan kemiskinan berjalan lancar, maka pertumbuhan ekonomi di tahun ini bisa dijaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×