kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Krisis bisa ditangkal dengan menekan kemiskinan


Kamis, 19 September 2013 / 09:25 WIB
ILUSTRASI. Promo JSM Alfamart Periode 6-8 Mei 2022


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Krisis yang tengah menekan ekonomi Indonesia harusnya dapat ditangkal dengan program penanggulangan kemiskinan. Karena itu, saat ini pemerintah mengklaim terus melakukan berbagai upaya menekan angka kemiskinan.

Salah satunya, menjalankan semua program penanggulangan kemiskinan yang sudah ada secara tepat sasaran dan tepat waktu. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Rabu (18/9).

"Kalau seluruh program penanggulangan kemiskinan yang sudah ada itu dijalankan secara efektif, tepat waktu, tepat sasaran, termasuk program kompensasi kenaikan harga BBM, saya yakin akan bisa mengurangi akan kemiskinan minimal mendekati angka 10% dan bisa meredakan krisis ekonomi," tutur Agung.

Penanggulangan program kemiskinan tersebut, di dalamnya termasuk Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sekarang program tersebut masih terserah sebanyak 22%. Agung bilang, bila dana BSM terserap semua, maka jumlahnya mendekati Rp 10 triliun.

Pemantapan program penanggulangan kemiskinan saat ini adalah upaya untuk meredakan krisis ekonomi yang tengah menekan ekonomi nasional.

Kalau semua program penanggulangan kemiskinan berjalan lancar, maka pertumbuhan ekonomi di tahun ini bisa dijaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×