kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

KPK panggil bupati Lebak Banten


Rabu, 19 Februari 2014 / 14:25 WIB
ILUSTRASI. Layanan SPBU Pertamina di Regional Kalimantan.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Kabupaten Lebak, Iti Octavia Jayabaya terkait kasus dugaan suap penanganan perkara pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Yang bersangkutan akan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Rabu (19/2/2014).

Selain Iti, penyidik juga memanggil dua saksi lainnya yakni mantan Anggota DPRD Kab. Lebak (Golkar) Pepep Faisaludin serta Ketua DPC PDI Perjuangan Lebak Ade Sumardi.

Sama seperti Iti, keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang sudah menyeret Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya Tubagus Chaery Wardhana serta mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Kasus ini berawal dari tertangkapnya Ketua MK saat itu, Akil Mochtar karena kedapatan menerima suap untuk mengurus sidang sengketa pilkada di MK. Akil sebagai penerima suap akhirnya disandingkan dengan Tubagus Chaery Wardhana yang disangka menyuap dengan 'mahar' sebesar Rp 1 miliar. Setelah dikembangkan, penyidik akhirnya menetapkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka selanjutnya. Atut disangka turut serta bersama-sama adiknya menyuap Akil. (Edwin Firdaus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×