kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

KPK geledah rumah dan kantor Gatot di Medan


Rabu, 12 Agustus 2015 / 15:53 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini Rabu (12/8) tengah mengeledah rumah dan kantor mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di Medan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

"Hari ini pnyidik KPK melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Medan yakni rumah gubernur di Jalan Seroja, pendopo gubernur di Jalan Sudirman dan kantor Gubernur di Jalan Diponegoro," jelas Priharsa Nugraha, Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK di kantornya, Rabu (12/8).

Menurut pria yang akrab dipanggil Arsa, penggeladahan dimulai sejak pukul 11.00 waktu setempat.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan di PTUN Medan Sumatera Utara. Dari operasi tersebut, KPK menyita US$ 15.000 dan S$ 5.000 di ruangan Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro.

KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, dua angota mejelis hakim Amir Fauzi dan Dermawan Ginting, panitera Syamsir Yusfan. Juga seorang pengacara M Yagari Bhastara Guntur alias Gerry dan bosnya, OC Kaligis. Dua tersangka baru adalah Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evi Susanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×