kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.464.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.704   22,00   0,13%
  • IDX 8.686   36,81   0,43%
  • KOMPAS100 1.194   2,51   0,21%
  • LQ45 854   1,47   0,17%
  • ISSI 310   2,31   0,75%
  • IDX30 438   -2,03   -0,46%
  • IDXHIDIV20 505   -3,69   -0,72%
  • IDX80 134   0,58   0,44%
  • IDXV30 139   0,23   0,16%
  • IDXQ30 139   -0,99   -0,71%

KPK dibantu tenaga ahli hitung kerugian Pelindo


Jumat, 22 Januari 2016 / 14:41 WIB
KPK dibantu tenaga ahli hitung kerugian Pelindo


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Tidak ingin berlama-lama untuk mengusut perkara penunjukan langsung pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk menggunakan tenaga ahli dalam penghitungan kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi di tubuh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tersebut.

" Iya, kami menggunakan tenaga ahli dari ITB dan UGM selain meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)," kata Laode M Syarief Pimpinan KPK, Jumat (22/1).

Berdasarkan kesaksian Zainal Arifin Mochtar, Pengamat Pusat Kajian Anti Korupsi UGM menjelaskan bila berdasarkan hasil perhitungan BPKP nilai kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 50 miliar.

Sekadar mengingatkan, dalam perkara ini KPK telah menentapkan satu tersangka yaitu mantan Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino. Mantan orang nomor satu diperusahaan BUMN tersebut diduga telah melakukan tindakan melawan hukum dengan melakukan penunjukan langsung dalam pengadaan tiga unit QCC sehingga menimbulkan kerugian negara.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×