kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

KPK bantah telah merekrut penyidik dari TNI


Senin, 02 Desember 2013 / 17:43 WIB
ILUSTRASI. Emiten sektor consumer goods atau barang konsumsi disebut-sebut menjadi sektor yang tangguh menghadapi tekanan inflasi tinggi.


Sumber: TribunNews.co | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah mengenai adanya penyidik dari unsur TNI (Tentara Nasional Indonesia). Hal itu menyusul anggota dewan yang menanyakan kabar penyidik dari TNI.

"Itu isu, sampai detik ini KPK tidak pernah merekrut penyidik TNI, tidak ada satupun orang dari TNI," kata Abraham Samad di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12/2013).

Samad mengatakan isu yang berkembang yakni KPK merekrut penyidik TNI. Padahal selama ini, KPK hanya bekerjasama dalam pemakaian fasilitas Rumah Tahanan Guntur. "

"Itu hanya tempat, tidak ada campur tangan TNI, jangan apriori dengan TNI, semua elemen bersinergi bersama KPK," katanya.

Sementara Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas mengatakan kerja sama dengan TNI dalam pengamanan tahanan. "Hanya untuk pengamanan tahanan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×