kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.975   83,00   0,46%
  • IDX 6.139   37,77   0,62%
  • KOMPAS100 800   4,10   0,52%
  • LQ45 603   4,62   0,77%
  • ISSI 213   1,07   0,51%
  • IDX30 341   2,95   0,87%
  • IDXHIDIV20 417   4,06   0,98%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 112   0,89   0,80%
  • IDXQ30 109   1,15   1,06%

KPK: Ada potensi korupsi di jalur pantura


Jumat, 19 Juli 2013 / 20:54 WIB
ILUSTRASI. Petugas memperlihatkan emas Antam di konter Galeri 24 Pegadian Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/.


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat adanya potensi korupsi di jalur pantura Pulau Jawa. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto di gedung KPK Jalan H Rasuna Said Jakarta (19/7).

"Bahwa diduga ada potensi korupsi, iya. Tetapi baru dalam tahap pengkajian," ujarnya. Bambang mengungkapkan, KPK pernah membuat kajian yang berkaitan dengan jalan dan jembatan timbang di Surabaya.

Sebab, KPK memiliki mempunyai program "Indonesia Memantau" terkait jalan nasional dan provinsi. Kajian itu dimulai sekitar 2 - 3 tahun lalu, namun sempat terhenti. "Memang sempat terhenti, tetapi akan speed up lagi," ungkap Bambang.

Dalam kajian tersebut, KPK menemukan permasalahan pada kualitas dan infrastruktur jalan. Informasi mengenai panjang jalan juga kerap tidak sesuai dengan faktanya. "Ada jalan yang baru diperbaiki, tahun depan diperbaiki lagi di tempat yang sama," lanjut Bambang.

Untuk itu, KPK kini sedang mengumpulkan informasi mengenai para pengusaha yang membuat jalan di jalur pantura. "Jangan-jangan proyeknya sama, dibuat oleh perusahaan yang sama," kata Bambang.

Meski KPK menggalakkan lagi kajian mengenai potensi korupsi di jalur pantura, namun sebagian besar masih diletakkan di bagian pencegahan.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×