kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kontroversi sosialisasi kondom, apa kata Presiden?


Selasa, 10 Desember 2013 / 23:17 WIB
ILUSTRASI. ShopBack mengumumkan peluncuran rebranding global di 10 pasar ShopBack di Asia Pasifik dan beri beragam promo.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, kondom efektif untuk mencegah penularan HIV/AIDS. Hanya, kata Presiden, sosialisasi kondom tidak boleh salah lantaran ada norma agama dan budaya timur di Indonesia.

"Pencegahan HIV/AIDS yang terpenting adalah menahan diri untuk tidak melakukan hal yang menyebabkan tertularnya virus tersebut," kata Presiden melalui akun Twitter @SBYudhoyono, Selasa (10/12), menyikapi polemik Pekan Kondom Nasional (PKN) 2013.

Presiden mengatakan, permasalahannya bukan pada setuju atau tidaknya sosialisasi kondom. Namun, kata dia, bagaimana kita menyikapi penanggulangan HIV/AIDS dengan cara pencegahan diri.

Presiden mengaku menghargai inisiatif digelarnya PKN untuk meningkatkan kesadaran publik menanggulangi HIV/AIDS. Namun, katanya, PKN harus lebih cermat dan peka ketika menyosialisasikan kondom.

"Pemerintah akan terus berupaya merancang cara kampanye yang tepat guna dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS," pungkas SBY.

Seperti diberitakan, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) kembali menggelar PKN. Kegiatannya antara lain kampanye edukasi di 12 kota besar, khususnya di daerah beresiko tinggi, seperti pangkalan truk, pelabuhan dan lokalisasi.

Namun, sosialisasi kondom itu dikritik berbagai kalangan. Berbagai alasan disampaikan, salah satunya seakan melegalkan seks bebas asalkan memakai kondom. (Sandro Gatra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×