kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB Menjadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2023


Senin, 05 Februari 2024 / 11:49 WIB
Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB Menjadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2023
ILUSTRASI. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 sebesar 5,04% secara tahunan atau year on year (YoY).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, sumber pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi. 

“Sebagai penyumbang utama PDB menurut komponen pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan PMTB tetap tumbuh positif,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (5/2). 

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 4,47% YoY, dengan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi sebesar 53,83%.  Sedangkan PMTB mencatat pertumbuhan sebesar 5,02% YoY, dengan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi sebesar 30,57%. 

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI pada Kuartal IV 2023 Tembus 5,04%

Bila menilik komponen pendorong pertumbuhan lainnya, hampir seluruh komponen pengeluaran pertumbuhan mencatat pertumbuhan positif.  Seperti, net ekspor tumbuh 1,64% YoY, dengan kontribusi pada pertumbuhan sebesar 22,61%. Konsumsi pemerintah pun tumbuh 2,81% YoY dengan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi sebesar 9,93%. 

Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tercatat tumbuh 18,11% YoY, dengan kontribusi pada pertumbuhan sebesar 1,36%. 

“Komponen LNPRT mengalami pertumbuhan paling tinggi dibandingkan dengan komponen lain, didorong oleh kegiatan persiapan pemilihan umum,” tambah Amalia. 

Sayangnya, net impor pada kuartal IV-2023 mencatat penurunan 0,15% YoY. Komponen ini menjadi satu-satunya komponen pertumbuhan yang mencatat pertumbuhan negatif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×