kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Konsumsi masyarakat mulai terungkit lagi


Kamis, 07 Juni 2018 / 11:55 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan optimisme konsumen terus berlanjut. Ini nampak dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2018, sebulan sebelum Lebaran, yang melonjak. Dengan optimisme yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat tak lagi menyimpan uangnya di tabungan, namun membelanjakannya agar ekonomi menguat lagi.

Survei konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen per Mei 2018 naik sebesar 2,9 poin ke level 125,1. Kenaikan itu didorong sejumlah faktor pendukung, terutama indeks penghasilan dan indeks pembelian barang tahan lama.

Survei juga menunjukkan, porsi pendapatan responden untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) naik dari 66% pada April 2018 menjadi 66,1% pada Mei 2018. Sedangkan porsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) menurun dari 20% menjadi 19,6%.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengatakan, ada peningkatan penjualan ritel yang signifikan pada periode Ramadan tahun ini. Peningkatan konsumsi terutama terjadi setelah tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai negeri sipil (PNS), TNI, Polri, dan pensiunan cair.

Hal itu tampak pada pekan ketiga Ramadan, saat itu, ada peningkatan penjualan 15%–20% dibanding pekan sebelumnya. Karena itu Aprindo berani menargetkan kontribusi penjualan periode puasa dan Lebaran tahun ini sebesar 40% dari target sepanjang tahun 2018. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding 2017 yang masih satu digit.

Kontribusi penjualan ritel saat Ramadan dan Lebaran tahun lalu terhadap total target 2017 hanya 5%–6% dari biasanya 15%. "Tahun 2017 adalah pencapaian terendah industri ritel dalam 10 tahun terakhir," tandas Roy.

Roy optimistis, pertumbuhan penjualan ritel tahun ini akan lebih baik, mencapai 8%–9% year on year (yoy), didorong sejumlah event. Pertumbuhan itu dua kali lipat dibanding 2017 yang 4,5%–5% (yoy).

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe menambahkan, perbaikan konsumsi masyarakat didukung terkendalinya harga pangan. Pulihnya daya beli konsumen diharapkan bisa mendukung pencapaian target pertumbuhan industri pengolahan makanan tahun ini 12%–13% (yoy), lebih tinggi dari 2017 6%–7% (yoy). "Hingga Mei lalu sudah tumbuh 10% (yoy)," jelas Juan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×