kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Konflik Israel–Iran Hingga Ancaman Trump Dinilai Tak Berdampak ke Neraca Dagang RI


Selasa, 13 Januari 2026 / 20:09 WIB
Konflik Israel–Iran Hingga Ancaman Trump Dinilai Tak Berdampak ke Neraca Dagang RI
ILUSTRASI. Analis Maybank ungkap Indonesia relatif aman dari ancaman konflik Israel-Iran karena alasan ini. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memanasnya konflik geopolitik antara Israel dan Iran dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap neraca dagang Indonesia. 

Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto mengungkapkan, risiko utama bagi Indonesia lebih banyak berasal dari sisi sentimen pasar keuangan dibandingkan dampak langsung ke sektor perdagangan.

Hal ini menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mengenakan tarif dagang sebesar 25% terhadap negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan Iran. Myrdal menilai Indonesia relatif aman dari risiko tersebut. Pasalnya, hubungan perdagangan Indonesia dengan Iran dinilai tidak material.

Baca Juga: Pasar Mulai Perhitungkan Risiko Difisit Fiskal RI di 2026, Rupiah Kian Sensitif

“Indonesia kelihatannya lebih banyak terkena dampak ke market, terutama financial market. Kalau tensi geopolitik global naik, investor dari advanced market biasanya shifting dulu dari emerging market,” ujar Myrdal kepada Kontan, Selasa (13/1/2026).

Myrdal menjelaskan, ketika tensi geopolitik global meningkat, investor global khususnya dari negara maju cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk pasar negara berkembang (emerging market). Kondisi tersebut dapat memicu pergeseran aliran dana dari pasar keuangan domestik.

Menurut Myrdal, ancaman Trump mengenakan kebijakan tarif 25% tersebut lebih berpotensi menyasar negara-negara yang memiliki volume perdagangan besar dengan Iran, khususnya pada komoditas krusial seperti minyak dan mineral. Sementara Indonesia menurutnya tidak memiliki ketergantungan signifikan pada komoditas tersebut dari Iran.

“Kalau untuk minyak, Indonesia bukan dari Iran. Kita lebih banyak dari Singapura atau Arab Saudi. Kalau pun ada transaksi dagang dengan Iran, paling komoditas seperti kurma, itu pun jumlahnya tidak besar,” jelasnya.

Baca Juga: Kantor Pusat Ditjen Pajak Digeledah, Penyidik KPK Amankan Uang dan Bukti Suap

Adapun potensi dampak langsung dari konflik Israel–Iran maupun ancaman tarif dagang AS terhadap kinerja perdagangan Indonesia dinilai relatif terbatas. Namun demikian, Myrdal mengingatkan bahwa sentimen geopolitik global tetap berpotensi memoengaruhi pergerakan investor di pasar keuangan domestik dalam jangka pendek.

“Sentimen terbesarnya ke Indonesia saat ini memang lebih ke pergerakan pasar keuangan, terutama yang menyangkut pergerakan investor,” pungkas Myrdal.

Selanjutnya: Trik Buat Aktivitas Agar Anak Lepas dari Gadget

Menarik Dibaca: Trik Buat Aktivitas Agar Anak Lepas dari Gadget

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×